Syafrudin Masih Optimistis Target Bebas Stunting di Kota Serang pada 2024 Bisa Tercapai

Wali Kota Serang, Syafrudin, mengatakan 10.000 orang warga Kota Serang berpotensi mengidap stunting. Pemerintah Kota Serang menargetkan bebas stunting

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
mildaniati
Wali Kota Serang, H Syafrudin dalam acara diseminasi audit kasus stunting tingkat Kota Serang tahun 2022, Senin (10/10/2022) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Wali Kota Serang, Syafrudin, mengatakan 10.000 orang warga Kota Serang berpotensi mengidap stunting. Pemerintah Kota Serang menargetkan bebas stunting 2024.

Penanganan stunting sudah menjadi program pemerintah pusat yang dikeluarkan melalui peraturan presiden Tahun 2021 dan dilanjutkan Surat Keputusan (SK) wali kota Serang Tahun 2022.

"Hampir 10.000 orang warga Kota Serang beresiko akan menjadi stunting," kata Wali Kota Serang, Syafrudin dalam sambutannya di acara audit kasus stunting 2022 di Hotel Wisata Baru, pada Senin (10/10/2022).

Baca juga: Hadiri HUT Ke-496 Kabupaten Serang, Pj Gubernur Banten Ajak Kolaborasi Atasi Kemiskinan dan Stunting

Pernyataan itu disampaikan dalam acara diseminasi audit kasus stunting tingkat Kota Serang tahun 2022.

Syafrudin memaparkan, data yang diterima dari DP3AKB yaitu total keluarga resiko stunting sebanyak 8.406.

Anak yang sudah stunting sebanyak 2000 orang.

"Yang sudah stunting ada 2000 orang, yang beresiko hampir 10 ribu," terangnga.

Sebelum terjadi stunting, diperlukan penanganan dan kerjasama oleh semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar diperlukan pengawasan semenjak calon pengantin, usia mengandung sampai melahirkan.

"Perlu upaya semua pihak yang bekerjasama mengawasi dari semenjak calon pengantin sampai mengandung dan melahirkan," terangnya.

Jika pertumbuhan anak dengan stunting sudah memasuki usia 2 tahun, maka petumbuhan anak dengan stunting tidak dapat ditangani.

Sementara itu, untuk usia anak dibawah 2 tahun dengan stunting masih bisa dilakukan upaya penyembuhan.

"Kalau sudah usia 2 tahun, pertumbuhan anak tidak dapat diperbaiki jadi susah, dibawah 2 tahun masih bisa diobati ," ungkapnya.

Upaya menanggulangi resiko stunting diperluka sarana dan prasarana yang memadai di Kota Serang serta harus ditunjang oleh APBD Kota Serang.

Baca juga: Gandeng RS Universitas Indonesia, Pemkab Lebak Berupaya Tangani Stunting di Baduy

Indikator ribuan warga beresiko stunting yaitu kaitannya dengan kekumuhan, kesulitan air bersih dan lainnya yang menjadi sumber akan terjadinya stunting.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved