Breaking News:

Botol yang Disita di Tragedi Kanjuruhan Diduga Bukan Miras tapi Obat Hewan Ternak, Polri Buka Suara

Mabes Polri merespons terkait temuan botol minuman keras (miras) di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Botol-botol itu dikabarkan merupakan obat h

Dok Polri
Foto penampakan puluhan botol minuman keras (Miras). Mabes Polri merespons terkait temuan botol minuman keras (miras) di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Botol-botol itu dikabarkan merupakan obat hewan ternak. 

TRIBUNBANTEN.COM - Beberapa waktu lalu polisi menyatakan menemukan puluhan botol minumas keras milik Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Namun, Kadispor Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan T memastikan botol tersebut bukan minuman keras.

Menurut Nazarudin bahwa botol-botol tersebut adalah obat hewan ternak.

Baca juga: LPSK Ungkap Kronologi Masuknya Aremania ke Lapangan Kanjuruhan, Aksi Kekerasan Dimulai dari Aparat?

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memastikan pihaknya masih menyelidiki temuan-temuan tersebut.

Dia pun enggan menanggapi soal kabar botol miras itu merupakan obat hewan ternak.

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar masyarakat dapat menunggu hasil penyelidikan yang saat ini masih berlangsung. 

"Untuk pelaku 170 KUHP di luar Stadion Kanjuruhan nunggu penyidik saja," kata Dedi saat dikonfirmasi, Kamis (13/10/2022).

Dedi hanya memastikan hasil pemeriksaan di Laboratorium Forensik telah ditemukan adanya kandungan alkohol dari botol-botol yang telah disita.

"Info dari labfor ada yang mengandung alkohol, etanol dan ada juga yang non. Ya itu keterangan dari tim inafis, labfor dan penyidik saat olah TKP," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan menyatakan 2 kardus botol yang diduga miras ternyata adalah obat hewan ternak.

"Akhirnya beredar di media jika itu katanya minuman ber alkohol. Namun ternyata botol-botol tersebut adalah obat hewan ternak," ujar Nazaruddin ketika dikonfirmasi pada Rabu (12/10/2022).

Nazaruddin menjelaskan asal usul botol-botol tersebut merupakan karya dari pemuda pelopor binaan Dispora Kabupaten Malang untuk mengikuti lomba. Kebetulan pada bulan Agustus 2022, wabah penyakit mulut dan kuku merebak.

"Untuk penanganan PMK di Kasembon milik pemuda pelopor (organisasi binaan Dispora Kabupaten Malang) Kasembon. Waktu itu tim pemuda pelopor ikut lomba Kemenpora. Nah produknya cairan itu (obat hewan ternak)," jelas Nazaruddin.

Kolase foto Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, botol miras yang ditemukan di area Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan. \\\\
Kolase foto Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, botol miras yang ditemukan di area Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan. \ (Kolase Tribunnews)

Baca juga: Usai Tragedi Kanjuruhan, Pagar Lapangan Sepak Bola di Tanah Datar Sumbar Rubuh, Satu Tewas

Nazaruddin menuturkan, dua botol miras tersebut bisa disimpan di lobi resepsionis Dispora Kabupaten Malang karena kesalahan pengiriman.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved