BPJS Kesehatan KC Tangerang

Lilis Tabah Berkat Keramahan Pelayanan Petugas Rumah Sakit dan Tanpa Kesulitan Administrasi

Vonis gagal ginjal dari dokter pada 2019 menjadi ujian terberat perempuan berusia 54 tahun itu.

dokumentasi BPJS Kesehatan Cabang Tangerang
Lilis Royahati, pasien yang merasakan manfaat Kartu JKN saat dirawat di rumah sakit di Kota Tangerang. 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Sikap para petugas rumah sakit yang ramah dan telaten melayani dan tidak ada kesulitan administrasi.

Selain itu, juga suasana kekeluargaan yang kental antara petugas, pasien, dan keluarga pasien.

Hal itulah yang menjadi pendorong semangat Lilis Royahati dan pasien lain untuk selalu tabah dan semangat menjalani prosedur medis yang sangat menguras energi.

Baca juga: Rumah Sakit Hermina Periuk Tangerang Bayarkan Setahun Penuh Program JKN 90 Jiwa Warga Sekitar

Lilis adalah satu di antara peserta yang merasakan manfaat memegang Kartu JKN.

Vonis gagal ginjal dari dokter pada 2019 menjadi ujian terberat perempuan berusia 54 tahun itu.

Setiap minggu, Lilis harus bertemu jarum dan selang darah demi menstabilkan fungsi ginjalnya.

Namun, karyawati di sebuah perusahaan di Kota Tangerang ini tak patah arang dan melanjutkan hidupnya sebagai seorang ibu dan pekerja.

"Kalau dihitung-hitung, sudah ratusan kali saya menjalani cuci darah," ujarnya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Senin (17/10/2022).

Lilis mengaku pada awalnya terasa berat untuk menjalaninya.

Namun, berkat suami dan anaknya, dia kembali tegar dan yakin semua ujian pasti ada hikmahnya.

Satu hal lagi yang membuat Lilis tenang dan semangat, yaitu tidak lagi khawatir terkait biaya cuci darah yang dijalaninya secara rutin dua kali dalam seminggu.

"Kita tinggal tunjukkan Kartu JKN dan mengikuti prosedur yang ada. Pelayanannya cepat, tidak ada yang dipersulit. Alhamdulillah saya sangat terbantu," ucapnya.

Baca juga: Mata Kanan Operasi Katarak Tanpa Biaya, Effendi Hanya Kantongi Kartu JKN

Bahkan, jika dihitung-hitung, iuran yang selama Lilis bayar sejak menjadi peserta JKN pada 2016, bisa jadi tidak mencukupi untuk biaya cuci darah.

Namun, biaya itu bisa dibantu dengan iuran peserta lain yang sehat.

"Iuran yang kita bayarkan secara rutin memang tidak dirasakan manfaatnya saat sehat. Tapi, sebenarnya menolong peserta lain yang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan," katanya.

Baca juga: Saat Ingat Punya Kartu JKN, Nurseha Merasa Tenang karena Pengobatan Bayinya Pasti Dijamin

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved