Breaking News:

Warga Lebak Pertanyakan Bantuan STB, Diskominfo: Itu Kewenangan Ada di Pemerintah Pusat

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberikan STB gratis tanpa pungutan biaya. Namun warga Lebak belum menerimanya.

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
Dok. Tim Komunikasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo
Ilustras pemasangan Set Top Box (STB). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberikan STB gratis tanpa pungutan biaya. Namun warga Lebak belum menerimanya. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dimatikannya siaran analog dan bermigrasi menggunakan siaran digital, merupakan keputusan yang telah diambil pemerintah pusat, untuk memperbaiki kualitas tampilan dan gambar televisis yang lebih jernih.

Namun dalam peralihan siaran tersebut, masyarakat dibingungkan dengan keberadaan Set Top Box atau STB sebagai alat untuk dapat menerima sinyal digital.

Saat ini, mayoritas masyarakat masih menggunakan jenis tv tabung atau model lama, yang tidak dapat menerima sinyal siaran digital.

STB yang merupakan alat yang dibutuhkan, untuk mendukung sinyal digital menjadi gambar dan suara agar dapat ditampilkan di tv analog.

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberikan STB gratis tanpa pungutan biaya.

Namun keputusan tersebut baru berlaku di wilayah Jabodetabek saja.

Saepul Ramattullah, warga Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengatakan jika masyarakat saat ini sangat diberatkan dengan harga STB yang mahal.

"Semenjak beralih ke TV digital, kita harus membeli STB tapi harga STB itu kan cukup mahal, sekitar Rp 260 ribu hingga Rp 300 ribu," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Senin (14/11/2022).

Baca juga: Pembagian Set Top Box Gratis di Tangerang, Ribuan Warga Tak Kebagian STB

Baca juga: Link Cara Cek dan Pengajuan Penerimaan Bantuan STB Gratis, Kunjungi cekbantuanstb.kominfo.go.id

Dirinya mengaku sangat membutuhkan bantuan STB yang dijanjikan oleh pemerintah, karena tidak semua masyarakat mampu membelinya.

"Jadi kami masyarakat kecil sangat membutuhkannya, TV ini hiburan untuk warga, tapi sekarang enggak bisa nonton karena harus beli STB," ujarnya.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala Diskominfo Lebak, Dodi Irawan mengatakan, memang masyarakat yang terdampak karena diputusnya siaran analog akan diberikan bantuan Set Top Box.

"Wilayah yang sudah mendapatkan bantuan STB tersebut, hanya pada wilayah kota besar saja seperti Jabodetabek dan wilayah kota besar lainnya di Indonesia," katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Dirinya menyebutkan, warga yang menerima bantuan STB langsung kewenangan dari Pemerintah Pusat, berdasarkan data kemiskinan ektrem yang berasal dari Kemendagri, jadi Diskominfo hanya memberikan informasi saja.

"Jadi data kemiskinan ektrem diserahkan ke daerah dan diusulkan, karena itu data dasarnya. Tetapi di sana ada persyaratan lagi, yang menerima itu harus penerima siaran teresterial, jadi siaran teresterial sinyalnya ada," ujarnya.

Hingga saat ini, Pemkab Lebak belum mendapatkan jadwal untuk menerima bantuan STB, yang dijanjikan oleh Kominfo kepada setiap Kabupaten/Kota.

Dari data Diskominfo Lebak, untuk warga yang menerima STB tersebut totalnya 25.942 orang, yang sudah diusulkan ke Kominfo.

Dodi menambahkan, hingga saat ini jadwal pasti dari bantuan tersebut belum ada, tetapi usulan dan pendataannya sudah kami lakukan.

"Gilirannya kapan, Itu yang belum kita ketahui, tetapi kemarin saya menanyakan, bahwa Banten masuk ke Gelombang 3 untuk bantuan STB," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved