Lestarikan Badak Jawa, Pengelola Ujung Kulon dan Masyarakat Tanam Pakan
Pengelola Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) bersama dengan masyarakat menanam tanaman untuk makanan badak.
Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati
TRIBUNBANTEN, SERANG - Pengelola Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) bersama dengan masyarakat menanam tanaman untuk makanan badak.
Upaya itu dilakukan untuk melestarikan dan mengembangbiakkan badak bercula satu.
"Kegiatan banyak juga yang kita lakukan terkait penanaman pakan badak, ini semua dilakukan masyarakat bersama kami, juga ada kegiatan pengendalian langkap dalam rangka pemulihan ekosistem, itu juga bertujuan untuk melestarikan dan mengembangbiakan badak jawa," kata Humas Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Andri Firmansyah pada TribunBanten.com melalui pesan, Mingu (18/12/2022).
Baca juga: 79 Badak Bercula Satu Hidup di Ujung Kulon, Pengelola TNUK Cegah Kepunahan
Andri Firmansyah menyampaikan, sejauh ini masyarakat sudah mulai sadar dan mengetahui jika keberadaan dan jumlah badak Jawa semakin kritis.
"Kita tidak terlepas dari peran serta masyarakat juga, masyarakat lokal sudah mulai sadar dan tau populasi badak jawa mulai kritis," ungkapnya.
Sementara itu, pasca keahiran 2 anak badak pada September 2022, pihak TNUK akan terus melakukan pengawsan namun tidak secara langsung, pihaknya akan memonitor serta perketat pintu masuk untuk menghindari ancaman bagi keberlangsungan populitas badak bercula satu.
"Pengawasan secara langsung susah, intinya kita akan terus memonitor dan perketat pintu masuk untuk menghindari gangguan dari manusia, hewan, kerbau dan lain sebagainya," ucapnya.
Intensitas patroli terus ditingkatkan.
"Intensitas patroli kita tingkatkan dan tentunya kedepan dengan dibangunnya JRSCA ini akan menambah hak intensif untuk pengelolaan badak jawa ini," tuturnya.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ilustrasi-Badak-cula-satu.jpg)