Dari Sepatu Hingga Konblok: Intip Kreatifnya Karya Warga Binaan Lapas dan Rutan se-Banten

Sejumlah stan tampak dipadati pengunjung yang tertarik melihat hingga membeli berbagai produk unggulan hasil karya warga binaan

Tayang:
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Wawan Perdana
TribunBanten.com/Ahmad Haris
Suasana bazar produk karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Banten Jumat (10/4/2026). 

Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Banten menggelar bazar produk karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kanwil Ditjenpas Banten, Kota Serang itu, menjadi ajang unjuk hasil pembinaan WBP dari 15 Unit Pelaksana Teknis (UPT) lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) se-Banten.

Kepala Kanwil Ditjenpas Banten, Muhamad Ali Syeh Banna, menegaskan bahwa bazar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata keberhasilan pembinaan terhadap warga binaan.

“Bazar produk karya warga binaan ini digelar dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, diikuti oleh 15 UPT lapas dan rutan. Warga binaannya memang tidak hadir, hanya produknya saja yang ditampilkan,” ujarnya saat ditemui Tribun Banten.

Meski demikian, suasana acara tetap hidup dengan adanya penampilan hiburan dari perwakilan warga binaan Lapas Serang yang tampil memainkan musik band di hadapan pengunjung.

Ali menekankan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengubah stigma masyarakat terhadap warga binaan.

Menurutnya, para WBP memiliki kemampuan dan produktivitas yang dapat memberikan nilai ekonomi.

“Harapan kami melalui Hari Bakti Pemasyarakatan ini, masyarakat bisa melihat bahwa warga binaan itu produktif. Mereka mampu menghasilkan barang atau produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, masing-masing UPT saat ini telah memiliki galeri khusus untuk memamerkan sekaligus memasarkan produk hasil karya warga binaan.

Tak hanya secara offline, pemasaran juga dilakukan melalui platform digital.

“Produk-produk ini juga sudah dipasarkan melalui website, bahkan kami berkolaborasi dengan pihak Imigrasi untuk memperluas jangkauan pemasaran. Ada juga produk yang sudah dipamerkan hingga ke luar Pulau Jawa, seperti di Bali,” jelasnya.

Baca juga: Tak Lagi di Gendongan Nenek, Mahdi Siswa di Serang Kini Punya Kursi Roda untuk Menuntut Ilmu

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, bazar berlangsung semarak.

Sejumlah stan tampak dipadati pengunjung yang tertarik melihat hingga membeli berbagai produk unggulan hasil karya warga binaan.

Beragam produk dipamerkan, mulai dari hasil pertanian seperti sayuran segar, aneka olahan makanan berat dan ringan, produk fesyen seperti sepatu, hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved