Stop Alihkan Perhatian Anak dengan Gadget, Sebab Bahaya Gadget Bagi Anak Tak Main-main
Anak yang dialihkan perhatiannya dengan gadget akan mudah mengalami gangguan, terutama terjadi pada anak laki-laki yang hiperaktif
Teknik sensori
Menyalurkan energi anak ke dalam bentuk tindakan tertentu, seperti mengayun, berpelukan, melompat di atas trampolin, mendengarkan musik atau melihat buku untuk membantu menenangkan diri mereka.
Zona warna
Menamakan emosi sebagai warna seperti biru untuk bosan, hijau untuk tenang, kuning untuk cemas atau gelisah, merah untuk meledak, dapat membantu anak memahami kondisi emosinya secara lebih baik dan merespons dengan benar.
Baca juga: STOP Buat Ibu Hamil Depresi, Ini Bahaya yang Ancam si Buah Hati
Tawarkan perilaku pengganti
Membantu anak-anak untuk menemukan pola perilaku yang lebih aman, seperti memukul bantal.
Kemudian secara jelas menyatakan kebutuhan mereka, tentu dapat menyelesaikan beberapa masalah komunikasi serta menyelesaikan konflik.
Semua solusi ini, kata Radesky, membantu anak-anak memahami diri mereka sendiri dengan lebih baik, dan merasa lebih kompeten dalam mengelola perasaan mereka.
"Sebaliknya, menggunakan distraktor seperti perangkat seluler tidak mengajarkan keterampilan, itu hanya mengalihkan perhatian anak dari apa yang mereka rasakan."
"Anak-anak yang tidak membangun keterampilan ini di masa kanak-kanak lebih cenderung berjuang saat mengelola stres," pungkas Radesky.
Baca juga: Jaga Kesehatan Anak, Pemkab Serang Akan Gelar Bulan Imunisasi Anak Nasional Agustus Mendatang
(Tribunnews/Fitri Wulandari)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Studi: Gadget Lebih Banyak Bahayanya untuk Balita
