Breaking News:

Guru ASN di Lebak yang Todongkan Senjata ke Warga Pengguna Narkoba dan Residivis Kasus Pemerasan

Oknum guru olahraga berinisila SE (42) yang mengamuk dan menodongkan senjata di Malingping, Lebak positif menggunkan obat terlarang.

Penulis: Nurandi | Editor: Abdul Rosid
Nurandi/TribunBanten.com
Kasatreskrim Polres Lebak, IPTU Andi Kurniady Eka Setyabudi mengatakan, pelaku saat melakukan tindakan tersebut dalam pengaruh obat terlarang jenis Benzo. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Oknum guru olahraga berinisila SE (42) yang mengamuk dan menodongkan senjata di
Malingping, Lebak positif menggunkan obat terlarang.

Untuk diketahui, oknum guru berstatus ASN itu merupakan warga Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak.

Kasatreskrim Polres Lebak, IPTU Andi Kurniady Eka Setyabudi mengatakan, pelaku saat melakukan tindakan tersebut dalam pengaruh obat terlarang jenis Benzo.

Baca juga: Oknum Guru di Lebak Ditetapkan Tersangka Usai Ngamuk dan Todongkan Senjata ke Warga

"Ternyata setelah kami cek urine, yang bersangkutan ini, positif obat terlarang, yakni jenis Benzo," katanya saat ditemui TribunBanten.com di kantornya, Kamis (5/1/2023).

Dirinya menyebutkan kemungkinan saat dirinya memukul warga dan menodongkan pistol hal tersebut karena SE terpengaruh obat Benzo.

"Jadi dia mengakunya cuma obat sakit kepala, jadi saat ini masih kita dalamin. Dia mendapatkan obat tersebut dari mana," ujarnya.

Bukan hanya menggunakan obat keras terlarang, ternyata SE juga merupakan seorang residivis kasus pemerasan.

Kasus yang menjeratnya tersebut, sebelum SE menjadi seorang guru PNS, yang terjadi pada tahun 2010 silam.

Andi mengungkapkan kasus pemerasan tersebut dilakukan SE kepada seorang sopir di Kecamatan Cijaku.

"SE pernah ditahan pada tahun 2010 sebelum jadi PNS, atas kasus Pungli, kepada seorang sopir di Kecamatan Cijaku," katanya.

Dirinya menambahkan pada saat itu, SE melakukan pengancaman kepada seorang sopir yang ada di Kecamatan Cijaku.

Baca juga: Polres Lebak Pastikan Oknum Guru yang Tondongkan Senjata ke Warga Tak Alami Gangguan Jiwa

"Jadi dia Residivis, jadi dia waktu itu membuat pungli dan pemerasan terhadap sopir. Kalo enggak bayar ke dia, maka akan dipukuli," ucapnya.

Saat ini SE sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan pasal 335 KUH Pidana dan UU darurat, atas perbuatannya dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved