Breaking News:

756 Kasus DBD di Tangsel Selama 2022, Melonjak Dibandingkan 2021

Terdapat 756 kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Tangsel pada periode 1 Januari-31 Desember 2022.

Editor: Glery Lazuardi
Hermina Hospital
Mengenal gejala demam berdarah dengue (DBD). Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Allin Hendalin Mahdaniar berujar, terdapat 756 kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Tangsel pada periode 1 Januari-31 Desember 2022. Angka itu melonjak dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 437 kasus pada 2021. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Allin Hendalin Mahdaniar berujar, terdapat 756 kasus demam berdarah dengue ( DBD) di wilayah Tangsel pada periode 1 Januari-31 Desember 2022.

Angka itu melonjak dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 437 kasus pada 2021.

Baca juga: Waspadalah, Ini 8 Gejala Demam Berdarah (DBD) yang Perlu Diketahui, Kapan Harus ke Dokter?

"Kejadian kasus DBD Kota Tangerang Selatan dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2022 berjumlah 756 kasus," ujar Allin dalam keterangannya, Senin (9/1/2023).

"Mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2021 dengan jumlah kasus total 437," lanjut dia.

Adapun daerah yang ditemukan paling banyak kasus DBD yaitu Kecamatan Pamulang dengan jumlah 155 kasus.

Kemudian, disusul Kecamatan Serpong sebanyak 128 kasus, Pondok Aren 117 kasus, Ciputat Timur 113 kasus, Ciputat 105 kasus, Serpong Utara 99 kasus, dan Setu sejumlah 38 kasus DBD.

Berdasarkan data dan analisis selama lima tahun terakhir, tren kasus DBD di Tangsel meningkat pada Desember hingga April seiring dengan terjadinya musim hujan.

Karena itu, kata Allin, Pemerintah Kota Tangsel mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah DBD dengan melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Baca juga: Kenali Gejala DBD Pada Anak, Waspada Fase Kritis Saat Demam Turun

Salah satunya dengan melakukan 3M plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang, serta menghindari gigitan nyamuk.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan turut berpartisipasi dalam gerakan satu rumah satu jumantik minimal seminggu sekali.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved