Breaking News:

Polda Banten Pastikan Video TKA Berkelahi dengan Warga Lebak Hoax

Polda Banten memastikan bahwa video keributan antara tenaga kerja asing (TKA) dengan warga Lebak yang viral merupakan hoax

Penulis: Nurandi | Editor: Abdul Rosid
Nurandi/TribunBanten.com
Polda Banten memastikan bahwa video keributan antara tenaga kerja asing (TKA) dengan warga Lebak yang viral merupakan hoax 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK- Video tenaga kerja asing (TKA) ribut dengan warga di Kabupeten Lebak membuat geger jagat dunia maya.

Menanggapi hal itu, Wakapolda Banten, Brigjen Pol M. Sabilul Alif mengatakan bahwa keributan TKA dengan warga di Lebak seperti di video yang viral merupakan kebohongan atau hoax.

"Saya ingin sampaikan, bahwa hadirnya saya di sini untuk memberikan klarifikasi kepada media dan edukasi kepada masyarakat. Dengan adanya video yang ternyata tidak ada hubungannya di wilayah Lebak atau wilayah hukum Polda Banten," katanya saat ditemui TribunBanten.com pada konferensi pers di Mapolres Lebak, Sabtu (21/1/2023).

Baca juga: Diprotes Warga, Pemkab Lebak Pastikan Jalan Rusak di Wanasalam akan Dibangun Tahun Ini

Dijelaskan Wakapolda, video tersebut memang benar adanya. Namun, lokasinya bukan di Lebak melainkan di luar negeri.

Dirinya menyebutkan keberadaan video tersebut sengaja diviralkan dan video diduga terjadi di wilayah Lebak.

"Kejadian itu bukan di sini (Lebak-red) melainkan di luar Indonesia tepatnya di perusahaan yang berlokasi di Malaysia,'' jelasnya.

Baca juga: Tidak Ingin Dianggap Serakah, 60 Persen Kades di Lebak Tidak Setuju Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun

Diketahui kejadian keributan pada perusahaan di Kabupaten Lebak, sempat terjadi yakni aksi demonstrasi yang dilakukan oleh warga di wilayah PT SBJ, Kampung Cikoneng, Desa Cibeber, Kabupaten Lebak pada Jumat, 20 Januari 2022 lalu.

Dalam aksi tersebut walau ada warga bersitegang dengan pihak perusahaan. Namun aksi unjuk rasa warga terhadap perusahaan berakhir damai.

Brigjen Pol M. Sabilul Alif mengimbau kepada warga untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial.

Baca juga: 3 Fakta TKA Bentrok dengan Tenaga Lokal di PT GNI Morowali, Massa Saling Serang Sepanjang Hari

"Kami mengimbau kepada seluruh warga Banten agar tidak mudah terprovokasi terkait adanya video yang sengaja dibuat untuk tujuan yang tidak baik," sambungnya.

Dirinya menambahkan agar masyarakat dewasa dan bijak dalam mengakses media sosial, dan tidak mudah terprovokasi oleh video hoax.

"Mari kita bijak bermedia sosial, dan menyaring terlebih dahulu informasi dan sebelum di share di media sosial," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved