PVMBG Sebut Erupsi Gunung Merapi Kali ini Paling Menonjol dalam 2 Tahun Terakhir

Kepala PVMBG Badan Geologi ESDM Hendra Gunawan menjelasakan erupsi Gunung Merapi yang terjadi kali ini disebut paling menonjol.

Editor: Abdul Rosid
Dok/BNPB
Kepala PVMBG Badan Geologi ESDM Hendra Gunawan menjelaskan erupsi Gunung Merapi yang terjadi kali ini disebut paling menonjol dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. 

TRIBUNBANTEN.COM - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi kali ini disebut paling menonjol dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Hal tersebut berdasarkan penjelasan Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Gunawan.

Diketahui status Gunung Merapi sudah dalam level III atau siaga sejak 5 November 2020.

"Setiap hari, setiap saat kita pantau. Hari ini ada kejadian menonjol, yakni awan panas guguran (APG) ke arah barat daya sejauh 4 kilometer," katanya, dikutip dari siaran pres di kanal YouTube BPPTKG CHANNEL.

Baca juga: Mitos Gunung Merapi, Mbah Petruk Sang Pemberi Peringatan saat Gunung Api akan Meletus

Hendra membeberkan, dalam erupsi Gunung Merapi meluas dibanding erupsi sebelumnya karena faktor angin.

Angin yang berhembus kencang membawa material vulkanik hingga ke wilayah Kabupaten Boyolali dan Magelang.

"Angin berhembus kencang ke arah barat laut sehingga membawa debu-debu banyak ke arah Magelang," imbuh dia.

Hendra lalu menjelaskan soal status terkini Gunung Merapi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan untuk menaikkan status gunung setinggi 2.910 meter dari permukaan laut itu.

Hendra memastikan pihaknya masih terus memantau kondisi di lapangan.

"Dari parameter yang ada, belum kita tingkatkan (status Gunung Merapi) sembari kita pantau lagi aktivitas dari berbagai parameter, baik kegempaan dalam atau dangkal," jelasnya.

Imbauan untuk warga

Hendra mengimbau masyarakat untuk tidak berkegiatan di radius 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Warga juga diminta untuk menghindari aliran sungai utamanya yang berada di barat daya ketika hujan.

"Mohon antisipasi juga nanti bisa jadi aliran lahar dingin membawa material awan panas yang belum solid akan terbawa oleh air. Menjadi lumpur yang panas dan menyapu apapun," katanya.

Baca juga: Kembali Muntahkan Awan Panas Guguran, Ini Sejarah Meletusnya Gunung Merapi

Terakhir Hendra berharap masyarakat sekitar mengikuti perkembangan situasi Gunung Merapi.

"Yang penting masyarakat tenang, sembari mempersiapkan diri. Kalau ada perkembangan kita sampaikan (selanjutnya)," tegas Hendra.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PVMBG: Erupsi Merapi Hari Ini Paling Menonjol dalam 2 Tahun Terakhir

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved