Ramadan 2023
Tradisi Qunutan di Rangkasbitung, Warga Membuat dan Makan Ketupat pada 15 Ramadan
Warga Rangkasbitung menyambut malam 15 Ramadan dengan menggelar Tradisi Qunutan.
Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warga Rangkasbitung menyambut malam 15 Ramadan dengan menggelar Tradisi Qunutan.
"Tradisi ini sudah turun-temurun, dan dilakukan sudah puluhan tahun," kata warga Rangkasbitung, Lina, saat ditemui TribunBanten.com, pada Kamis (6/4/2023).
Baca juga: Jenis Olahraga yang dapat Dilakukan di Bulan Ramadan, dari Jogging hingga Yoga: Bantu Bakar Kalori
Pada Tradisi Qunutan, kata Lina masyarakat di Kampung Cimanggu, akan membuat ketupat di rumah masing-masing.
"Jadi semua masyarakat di sini membuat ketupat, dalam menyambut Qunutan ini," ujarnya.
Proses pembuatan ketupat dan menyiapkan ketupat dimulai sejak dinihari.
"Setelah cangkangnya kita siapkan, dan sesudah itu biasanya kita isikan dengan beras sesudah sahur dan mulai di masak waktu pagi," katanya.
Setelah semuanya selesai, Lina menuturkan pada malam hari ketupat akan dikumpulkan dan menggelar selamatan.
"Kalau di sini biasanya malam nya kami disebutnya ngariung, jadi ketupat dikumpulkan dan dibacakan doa-doa di masjid," ujarnya.
Dalam tradisi Qunutan ini, warga dibebaskan dalam membuat ketupat.
Baca juga: Hukum Menangis saat Puasa, Ini Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa di Bulan Ramadan 2023
Lina menyampaikan dirinya membuat 30 ketupat, dalam menyambut Qunutan tahun ini.
"Setiap warga bebas mau membuat berapapun ketupatnya," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Foto-Tradisi-Qunutan-di-Rangkasbitung-6-April-2023.jpg)