Ketua DPRD Lebak Desak Perusahaan dan Polisi Transparan, Ungkap Kematian Pekerja di Pabrik Semen

Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menanggapi terkait adanya pekerja PT Cemindo Gemilang atau pabrik semen merah putih di Kecamatan Bayah

Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Misbahudin
KECELAKAAN KERJA - Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari saat ditemui di Rangkasbitung, Jumat (10/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menanggapi terkait adanya pekerja PT Cemindo Gemilang atau pabrik semen merah putih di Kecamatan Bayah, Lebak, yang diduga meninggal dunia saat sedang bekerja. 

Diketahui, korban bernama Sigit Pebrianto, warga Kampung Pulomanuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Lebak

Sigit meninggal dunia setelah tergiling mesin produksi, pada Selasa (7/4/2026). 

Namun, hingga kini pihak kepolisian dan juga perusahaan belum mengungkap secara lengkap terkait kronologi kejadian tersebut. 

Politisi PDI Perjuangan itu mendesak kepada pihak perusahaan, agar membuka secara transparan kepada publik terkait peristiwa kecelakaan kerja tersebut. 

"Terbuka saja gitu, kan sebenernya kalau semuanya terbuka transparan, nantinya tidak ada pertanyaan dari publik," tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026). 

Baca juga: Polisi dan Perusahaan di Lebak Masih Bungkam soal Kasus Tewasnya Pekerja di Pabrik Semen Bayah

Juwita berharap, pihak kepolisian bisa mengungkapkan terkait fakta dari adanya insiden yang membuat warga Kampung Pulo Manuk itu meninggal saat sedang bekerja.

"Saya kira kepolisian mereka  lebih paham," ujarnya.

Juwita menegaskan, meskipun penindakan aturan terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di bawah pengawasan Disnaker Provinsi Banten, namun Disnaker Lebak harus mengawal. 

"PT Cemindo Gemilang adanya di Kabupaten Lebak, setidaknya Disnaker Lebak juga harus mengawal," tegasnya. 

Juwita mengaku akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Cemindo Gemilang tersebut. 

"InsyAllah nanti membawa rombongan sidak," pungkasnya. 


Tanggapan Camat Bayah 

Saat dikonfirmasi, Camat Bayah, Dadan Juanda, mengaku belum mendapatkan informasi detail terkait insiden tersebut dari pihak perusahaan. 

"Saya belum mendapat informasi detail, terkait insiden tersebut dari pihak perusahaan," katanya dalam keterangan tertulisnya kepada Tribun, Rabu (8/4/2026). 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved