BPJS Kesehatan Cabang Tangerang

Hati Dini Hancur Berkeping-keping Setelah Mengetahui Putrinya Menderita Thalasemia di Usia Belia

Dini sudah melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik buah hatinya itu sejak berusia delapan bulan.

Tayang:
dokumentasi BPJS Kesehatan Cabang Tangerang
Dini Susanti menemani buah hatinya untuk transfusi darah di RSUD Tangerang. 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Dini Susanti mengaku hatinya hancur berkeping-keping setelah mengetahui putrinya, Dinda, yang masih berusia satu tahun menderita penyakit thalasemia.

Dini sudah melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik buah hatinya itu sejak berusia delapan bulan.

Berat badan Dinda turun drastis dan terlihat pucat.

Baca juga: BPJS Kesehatan Memberikan Perhatian Khusus pada Prolanis, Gembira Membuat Kita Tetap Sehat

Belasan tahun lalu, ibu berusia 44 tahun ini kaget dengan apa yang dikatakan dokter.

"Anak saya didiagnosa terkena thalasemia karena kelainan genetik," katanya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Selasa (8/8/2023).

Dini mengaku hanya bisa berdoa agar Dinda segera sembuh dan bertumbuhkembang dengan layak seperti anak lainnya.

"Anak saya sudah berobat sekitar 15 tahun. Sebelum menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), saya pakai surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan," ujarnya.

Dinda harus mendapatkan transfusi darah secara rutin dan bisa menghabiskan 2-3 kantong dua minggu sekali.

Transfusi darah itu untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan tubuh.

"Dari mana saya harus beli. Suami saya waktu itu hanya pegawai kontrak, gajinya tidak sampai upah minimum regional (UMR)," ucap Dini.

Belum lama ini, dia menemani Dinda menjalani transfusi darah di RSUD Tangerang.

Dinda menghabiskan tiga kantong darah karena hemoglobinnya mencapai titik 5 g/dl.

Baca juga: Tak Perlu Khawatir Kehilangan Kartu JKN, Cukup Menunjukkan KTP Langsung Mendapat Layanan Kesehatan

Dini bersyukur ada program JKN yang dicanangkan pemerintah dan bisa diandalkan untuk mengobati buah hatinya.

Sejak 2014, Dini dan keluarga sudah didaftarkan menjadi peserta JKN di tempat kerja suaminya.

"Sejak Dinda kecil sampai sekarang, rasanya rumah sakit sudah menjadi rumah kedua untuk kami," kata Dini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved