Pemkab Serang

Dorong Minat Baca, DPKD Kabupaten Serang Optimalkan Perpustakaan Desa

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, Banten, terus mengoptimalkan perpustakaan desa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Engkos Kosasih
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, Banten, terus mengoptimalkan perpustakaan desa. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, Banten, terus mengoptimalkan perpustakaan desa.

Upaya itu untuk mengoptimalkan minat baca masyarakat di Kabupaten Serang. Sebab, berdasarkan data DPKD, dari 326 desa baru ada 197 desa yang aktif dalam mengelola perpustakaan.

Plt Sekretaris DPKD Kabupaten Serang, Andi Suri mengatakan, perpustakaan desa memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca di Kabupaten Serang.

Baca juga: Pemkab Serang, PHRI, ASITA dan HPI Teken MoU Dorong Konektivitas Pantai-Perhotelan ke Desa Wisata

Letaknya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat lanjut Andi, diyakini mampu meningkatkan minat baca tersebut.

"Kita ketahui minat baca Kabupaten Serang ini rendah. Oleh karena itu, kita terus mendorong agar perpustakaan desa dapat dioptimalkan," kata Andi Suri kepada TribunBanten.com di kantornya, Jumat (8/12/2023).

Selain itu, dikatakan Andi, DPKD juga mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang membuat perpustakaan.

"Saat ini baru ada dua OPD yang sudah memiliki perpustakaan. Target kita tahun depan OPD sudah punya perpustakaan semua. Karena ini penting juga," ujarnya.

Suri menjelaskan, pihaknya juga melakukan pembinaan pengelolaan perpustakaan pada perguruan tinggi dan perusahaan yang masuk wilayah Kabupaten Serang.

Upaya DPKD Kabupaten Serang dalam meningkatkan minat baca dijelaskan Andi, mendatangi sekolah dasar dan SMP untuk memberikan sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya membaca.

Baca juga: KEREN Pemkab Serang Raih Peringkat II Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dari KI Banten

"Perguruan tinggi ada lima dan perusahaan ada tujuh. Ini yang terus kita bina untuk memotivasi pengelolaan perpustakaan, agar pengunjung merasa nyaman saat membaca buku di sana," jelasnya.

Meski demikian, Suri mengaku mengalami keterbatasan dalam mengelola perpustakaan daerah (Perpusda) dan perpustakaan keliling. Sebab, keduanya sudah mengalami kerusakaan.

"Perpusda masih untung ada yang mau membaca juga di sana. Kalau perpustakaan keliling kami sifatnya melayani permintaan, itu juga dari lima punya kita cuma tiga yang aktif," pungkasnya. (ADV/Engkos Kosasih)

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved