Penampakan Markas Judi Online di Kamboja yang Dioperasikan Orang Indonesia

Kamboja merupakan negara yang memberikan lisensi perjudian untuk menarik investasi.

Tayang:
Editor: Abdul Rosid
Kompas.id
Kawasan perjudian Sihanoukville Kamboja. 

TRIBUNBANTEN.COM - Judi online saat ini menjadi teror bagi warga Indonesia. Tak sedikit orang yang terjerat kejahatan hingga bunuh diri gegara kecanduan judi yang dikendalikan sebagian besar di Kamboja.

Sebagaimana diketahui, Kamboja merupakan negara yang memberikan lisensi perjudian untuk menarik investasi.

Situs judi online di Kamboja banyak dioperasikan oleh orang Indonesia.

Baca juga: Seorang Pria Asal Ciputat Tangsel Nekat Lakukan Penipuan Jutaan Rupiah Gegara Kecanduan Judi Online

Berdasarkan Tim Investigasi Kompas yang mendatangi kampung judi online di Kamboja. Salah satunya di Kota Sihanoukville, Kamboja.

Ibu Kota Provinsi Sihanoukville ini menjadi salah satu tujuan pekerja migran asal Indonesia. Di sana ada Kompong Dewa (tertulis ”Kampong Dewa”) tercatat sebagai entitas usaha properti.

Kompong Dewa juga bagian dari lini bisnis sebuah grup perusahaan Indonesia, seperti tercantum dalam situs resmi perusahaan.

Wilayah Sihanoukville diresmikan pada 1994 sebagai resor kasino terbesar di sana. Kawasan ini dibangun sebagai upaya pemulihan akibat stagnasi ekonomi ekstrem di negara itu karena dampak perang saudara.

Untuk menelusuri aktivitas perjudian daring dan darat, tim Kompas menginap di Hotel Herloom yang bertempat di area Kompong Dewa Resor (selanjutnya disebut KDR) dari 4-6 Desember.

Area KDR merupakan superblok dengan berbagai gedung untuk apartemen, hotel, fasilitas hiburan dan olahraga, juga perkantoran. Sebagian proyek pembangunan tampak masih berlangsung.

Salah satu kegiatan operasional judi daring di KDR dapat diamati di Gedung Sadewa, bangunan bertingkat lima dengan aksen merah. Di sana, pekerja Indonesia hilir mudik masuk dan keluar gedung seharian.

Sebagian besar mengenakan pakaian kasual, seperti kaos dan celana pendek. Mereka mengenakan lanyard tanda pengenal terkalung di leher.

Ketika malam tiba, dari jendela kaca yang memanjang masif di lantai ketiga dari dasar di Gedung Sadewa terlihat para pekerja bersiaga di depan komputer.

Dari jendela kaca itu terlihat lebih dari 30 orang duduk berjaga di hadapan meja-meja panjang yang dipenuhi layar monitor komputer.

Raut wajah mereka fokus mencermati layar monitor. Aktivitas itu terus berlangsung dengan pergantian sif pekerja pada waktu tertentu. Sementara itu, akses ke lantai atas gedung itu ditutup untuk umum.

Sekali waktu, sebagian pekerja turun dari lantai tiga ke lantai dasar. Ada yang menuju minimarket atau kantin. Asep, bukan nama sebenarnya, pekerja yang turun dari lantai atas, membenarkan aktivitas di gedung adalah operasional judi online meski ia tak menyebutkan nama situs judi yang ia operasikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved