Pilgub Banten

Pengamat: Pilgub Banten 2024 Berpotensi Munculkan Cukong Politik

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan pemilihan gubernur (Pilgub) Banten 2024 berpotensi munculkan cukong politik.

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Glery Lazuardi
Kolase Tribun Banten
Pilkada Banten. Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan pemilihan gubernur (Pilgub) Banten 2024 berpotensi munculkan cukong politik. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan pemilihan gubernur (Pilgub) Banten 2024 berpotensi munculkan cukong politik.

Dari sejumlah nama bakal calon Gubernur Banten yang muncul, kata dia, hanya memiliki harta kekayaan di bawah Rp 50 miliar sesuai yang tercantum di LHKPN.

Sedangkan lanjut Adib, estimasi biaya untuk maju sebagai calon Gubernur Banten minimal menyiapkan Rp100 miliar.

Baca juga: Jawaban Airin Rachmi saat Ditanya Pilih Ade Sumardi atau Andra Soni di Pilgub Banten

"Saya katakan bahwa pilkada itu tidak lepas dari dorongan cukong, itu jelas, dan gak mungkin Pilgub itu habis 100 miliar, pasti lebih," kata Adib kepada TribunBanten.com melalui sambungan telepon, Kamis (2/5/2024).

Menurut Adib, cukong yang mendanai calon Gubernur Banten akan meminta imbal balik ketika calon tersebut menjadi kepala daerah.

"Jadi cukong udah ngongkosin, udah share cost politik akan mendapat apa itu akhirnya diterapkan pada akhirnya," ujar dia.

Sehingga nantinya lanjut Adib, banyak kebijakan yang mengakomodir kepentingan-kepentingan cukong-cukong besar.

"Itu terjadi, sudah menjadi rahasia umum. Ketika mereka (Calon didanai cukong) menjabat, perselingkuhan kebijakan itu ada," ungkapnya.

Adib juga menilai, arah politik di Provinsi Banten sudah menjadi politik bisnis akibat cost politik yang mahal.

Sehingga kepala daerah akan berhitung pengeluaran ketika menjadi calon dan pemasukan ketika menjabat.

"Kalau kita lihat habis biaya berapa, kembali berapa, disitulah kemudian melahirkan mafia proyek dan sebagainya, itu yang terjadi," jelasnya.

Baca juga: Pilgub Banten, Airin Rachmi Tunggu Restu Megawati untuk Posisi Calon Gubernur

Oleh karena itu, Adib meminta masyarakat dapat mewaspadai calon yang didanai oleh cukong. Terutama harus melihat rekam jejak si calon tersebut agar tidak salah pilih.

"Saya pikir satu, rekam jejak itu penting, kedua integritas, yang ketiga dia punya visi-misi gagasan gak, yang ke empat saya problem solving (Cara penyelesaian masalah)," pungkasnya.

 

 

Report from TribunBanten.com Journalist, Engkos Kosasih

 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG -


Did you mean Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Engkos Kosasih TRIBUN BANTEN.COM, SERANG -

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved