Penculikan Anak di Banten

Keluarga Bocah Korban Penculikan dan Pembunuhan Sempat Terima Teror dari OTK

Teror tersebut dilakukan OTK sebelum korban ditemukan tewas di pesisir pantai Lebak dalam keadaan muka ditutup lakban.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara saat ditemui di kantornya, Jumat (20/9/2024). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara mengungkap bahwa keluarga Aqilatunnisa Prisca Herlan, bocah korban penculikan dan pembunuhan sempat mendapat teror dari orang tidka dikenal (OTK).

Teror tersebut dilakukan OTK sebelum korban ditemukan tewas di pesisir pantai Lebak dalam keadaan muka ditutup lakban.

"Iya hasil keterangan dari ibu korban, memang (keluarga korban,-red) mendapat ancaman sudah satu bulan yang lalu," ujar Kapolres Cilegon, AKBP Kemas saat ditemui di kantornya, Jumat (20/9/2024).

Baca juga: Kasus Penculikan Bocah di Cilegon Banten, Polisi: Ada Indikasi Dugaan Pembunuhan

Kemas Indra menyebut, ibu korban diketahui berprofesi sebagai penjual barang dengan cara kredit.

Ibu korban, kata dia, sering mengkreditkan barang kepada orang.

Paska ibu korban menagih hutang piutang terhadap salah satu pelanggannya, keluarga korban mendapatkan teror dan ancaman.

"Ibu korban sering mendapatkan teror berupa ancaman di wa (whatsapp,-red), akan saya bunuh katanya, baik dari suami dan lain sebagainya," katanya.

Sejauh ini, Kemas Indra mengaku belum bisa menyampaikan mengenai motif yang dilakukan oleh pelaku.

Sebab, kata dia, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi.

"Motif dari pelaku ini kami belum memastikan, tapi memang ada beberapa terduga pelaku yang masih kita lakukan pengejaran dan interogasi," jelasnya.

Adapun soal kabar yang beredar mengenai persoalan teror dan ancaman itu telah dilaporkan pihak keluarga sebelum Aqila menjadi korban penculikan.

Kemas Indra membenarkan bahwa pihak keluarga sudah melaporkan itu jauh sebelum tragedi penculikan dan dugaan pembunuhan terhadap korban.

"Iya, jadi ancaman itu dari pihak korban sudah sempat melaporkan ke kita, sudah kita komunikasikan dengan ibu korban apabila ibu mendapatkan ancaman bisa lapor ke kita," katanya.

"Kemudian bisa difoto kan yang mencurigakan di sekitar kontrakannya," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved