Mahasiswa Petra Bunuh Diri di Kampus, Ini Ciri-cirinya

Mayat itu ditemukan di kampus yang berada di Jalan Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya pada Selasa (1/10/2024) pukul 10.45 WIB.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
kompas.com
ilustrasi bunuh diri. Seorang mahasiswa Petra bunuh diri di kampus. Mayat itu ditemukan di kampus yang berada di Jalan Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya pada Selasa (1/10/2024) pukul 10.45 WIB. 

TRIBUNBANTEN.COM - Seorang mahasiswa Petra bunuh diri di kampus.

Mayat itu ditemukan di kampus yang berada di Jalan Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya pada Selasa (1/10/2024) pukul 10.45 WIB.

Baca juga: BREAKING NEWS Terungkap! Sosok Mayat Wanita dalam Lemari di Jambi, Ternyata Warga Serang

Berikut ini ciri-cirinya.

Jenazah tergeletak di area lokasi sisi belakang bangunan lantai enam Gedung Q kampus tersebut.

Belum diketahui nama dan jenis kelamin mahasiswa tersebut.

Jenazah korban diduga bejenis kelamin laki-laki, berkaus oblong warna hitam, berikat pinggang warna cokelat, bercelana jeans hitam, bersepatu hitam. 

Posisi tubuhnya tergeletak dengan kondisi wajah terluka parah dan tampak ada bercak darah. 

Sekitar pukul 11.55 WIB, anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya sudah tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. 

Area lokasi kejadian radius sekitar 10 meter dua sisi jalan sisi belakang bangunan gedung disekat untuk dipasang garis batas polisi. 

Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya Kompol M Sholeh memandu jalannya olah TKP didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Wonocolo AKP Kusmianto. 

Mengingat proses olah TKP yang dilakukan Tim Inafis Polrestabes Surabaya masih berlangsung. Pihaknya belum dapat menyampaikan banyak hal terkait kejadian tersebut.

"Mohon waktu, masih olah TKP," ujar Kompol M Sholeh di lokasi. 

Baca juga: Geger, Mayat Misterius Ditemukan di Situ Gintung Tangsel, Berikut Ini Ciri-cirinya

Sementara itu, Humas Universitas Kristen Petra. Ajeng membenarkan, adanya insiden seorang mahasiswa ditemukan tewas di lokasi tersebut pukul 10.45 WIB. 

"Hari ini Selasa, 01 Oktober 2024 sekitar pukul 10.45 WIB salah satu mahasiswa kami ditemukan meninggal dunia di halaman kampus PCU," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com

Ajeng pihaknya masih melakukan pendalaman bersama dengan pihak kepolisian setempat. Namun, pihaknya tetap menyampaikan ucapan duka cita atas kejadian tersebut. 

"Saat ini jenazah masih dalam penyelidikan polisi untuk penanganan lebih lanjut. Kami seluruh civitas akademika PCU sangat berdukacita atas kejadian ini," pungkasnya. 

Tanda dan Gejala Bunuh Diri  

Berikut adalah tanda dan gejala ketika ada seseorang yang ingin melakukan bunuh diri ataupun mencoba bunuh diri

1. Berbicara tentang keinginan untuk mati atau ingin bunuh diri 

2. Berbicara tentang perasaan kosong, hampa dan tidak punya alasan untuk hidup 

3. Membuat rencana untuk bunuh diri seperti melihat website mengenai cara bunuh diri, membeli senjata/alat untuk melakukannya, membeli obat-obatan dalam jumlah banyak 

4. Berbicara tentang perasaan bersalah dan malu yang sangat berat 

5. Berbicara tentang perasaan terjebak, tidak memiliki jalan keluar 

6. Merasa ‘sakit’ yang berkepanjangan dan tidak ada perbaikan, fisik/psikis 

7. Merasa menjadi beban yang berat bagi orang lain 

8. Menggunakan minuman keras atau Narkoba dan semakin sering 

9. Berprilaku cemas dan agitasi 

10. Menarik diri dari keluarga dan teman teman 

11. Perubahan pada pola tidur dan pola makan 

12. Menunjukkan perilaku marah atau keinginan balas dendam 

13. Melakukan perilaku berisiko seperti menyupir mobil kencang dan ugal ugalan 

14. Berbicara dan berpikir tentang kematian semakin sering 

15. Perubahan mood yang ekstrim, dari sangat sedih menjadi sangat tenang dan sangat gembira 

16. Melepaskan posisi yang penting dalam pekerjaan, berhenti kuliah/ bekerja 

17. Mengucapkan selamat tinggal pada teman teman dan keluarga 

18. Membuat surat wasiat 

19. Menuliskan di media sosial mengenai bunuh diri dan kematian. 

Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat perilaku bunuh diri lebih mudah terjadi, yaitu : 

Misalkan depresi, gangguan jiwa lain (skizofrenia, bipolar, ketergantungan zat), kondisi penyakit tertentu, nyeri kronis, riwayat perilaku bunuh diri sebelumnya, riwayat anggota keluarga dengan bunuh diri, gangguan jiwa dan penyalahgunaan zat, kekerasan dalam keluarga termasuk verbal, fisik dan seksual, memiliki senjata yang berbahaya di rumah, baru keluar dari penjara, terekspos/terpapar dengan perilaku bunuh diri yang dilakukan oleh orang lain seperti anggota keluarga, teman, bintang film/selebriti yang diidolakan
 
"Banyak orang yang mengalami faktor risiko tersebut tetapi tidak melakukan bunuh diri. Perlu diperhatikan bahwa perilaku bunuh diri adalah tanda adanya suatu stres yang berat yang dialami oleh orang tersebut. Setiap pikiran dan perilaku bunuh diri harus dianggap sebagai suatu hal yang serius dan segeralah mencari pertolongan," kata dia dikutip di Jakarta, Selasa (10/9/2024). 

Penanganan 

Apabila terdapat tanda, gejala dan faktor risiko mengenai perilaku bunuh diri maka perlu segera dilakukan penanganan. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain adalah: 

1. Lakukan komunikasi dan pendampingan yang intensif untuk memastikan apa yang dikhawatirkan tidak benar 

2. Katakan bahwa dia tidak sendirian, ada banyak yang mau dan bersedia membantu 

3. Memberikan respon krisis dengan segera sesuai dengan tingkatan level risiko bunuh diri 

• Rendah : ada pikiran bunuh diri, tidak ada rencana, tidak mau melakukannya 

• Sedang : beberapa kali muncul pikiran bunuh diri, sedikit rencana, tidak mau
melakukannya 

• Tinggi : sering muncul pikiran bunuh diri, rencana yang jelas, tidak mau
melakukannya 

• Berat : selalu muncul pikiran bunuh diri, rencana yang jelas dan terus
menerus berniat melakukannya 

4. Tawarkan bantuan dan bawa konsultasi ke profesional kesehatan jiwa yang akan memeriksa dan memberikan penatalaksanaan yang sesuai. 

5. Berusaha untuk proaktif untuk menawarkan bantuan ketika muncul ide-ide bunuh diri lagi dengan meninggalkan nomor telepon 

6. Pindahkan benda-benda yang berbahaya yang bisa menjadi alat untuk melakukan bunuh diri

Terapi 

Saat dibawa ke profesional kesehatan jiwa maka orang yang melakukan perilaku bunuh diri akan mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi kejiwaan yang dialaminya. 

1. Pengobatan/medikasi : Clozapin adalah obat pilihan untuk mengurangi risiko bunuh diri, obat obatan yang dapat diberikan lainnya adalah : anti psikotik, anti depresan, anti cemas/ansietas dan mood stabilizer 

2. Psikoterapi : terapi bicara untuk menguatkan kondisi mental dan merubah persepsi orang yang melakukan bunuh diri, Terapi Pikiran dan Perilaku (CBT=cognitive behaviour therapy ) akan sangat membantu. 

3. Terapi stimulasi / modulasi dengan TMS (Transcranial Magnetic Stimulation) pemberian stimulasi gelombang elektromagnetik ke otak biasanya di area DLPFC (dorso lateral pre frontal cortex), Neurofeedback, dan ECT (electro convulsive therapy). 

4. Pemberian Esketamine lewat hidung yang akan mengurangi dengan cepat gejala depresi dan tendensi bunuh diri

"Hidup di jaman sekarang banyak sekali stresornya, belum lagi trauma psikologis di masa lalu dan overthinking terhadap masa depan. Hal ini menyebabkan setiap orang sedang tidak baik baik saja hidupnya," ungkap Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS. Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul BREAKING NEWS: Mahasiswa Petra Surabaya Ditemukan Tewas di Samping Gedung Kampus, Polisi Olah TKP

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved