Pilkada Banten

Ada "Giant Sea Wall" Senilai Rp 91 T, Pengamat Sebut Bohir Bidik Pilkada Banten

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Banten tak lepas dari cukong

Tayang:
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com
Ilustrasi pemungutan suara untuk Pilkada Banten. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Banten tak lepas dari cukong politik atau pemodal.

Sebab kata Adib, para pemodal ini membutuhkan 'boneka' untuk memuluskan kepentingan usaha mereka di Provinsi Banten.

"Proses Pilkada di berbagai tempat itu tidak bisa dinafikan ada andil cukong pemilik modal alias bohir khususnya daerah-daerah yang kaya akan apa namanya sumber kekayaan alam," kata Adib kepada TribunBanten.com, Jumat (11/10/2024)

Baca juga: Jadwal Debat Pilkada Kota Serang 2024, Angkat Tema Tentang Layanan Dasar Bagi Masyarakat

Apalagi lanjut Adib, di Provinsi Banten ada proyek strategis nasional (PSN) yang akan dikembangkan oleh para pengusaha, seperti Giant See Wall yang akan dikembangkan menjadi Pantai Indah Kapuk (PIK).

"Pengusaha cukong, itu memberikan amunisi logistik pasti ada maksud tertentu. Pasti punya kepentingan, karena tidak ada makan siang gratis," katanya.

Menurut Adib, hal yang paling dominan yang dibutuhkan para pengusaha yakni Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Terutama jika PSN tersebut tak masuk kedalam RTRW.

"Misalnya proyek mereka tidak masuk dalam RTRW sesuai peruntukannya. Sehingga Gubernur, Bupati dan wali kota diperlukan oleh pengusaha, karena peraturan pemerintah pusat saja tidak cukup," ujar Adib.

Adib meyakini, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pun akan dimodali oleh pengusaha. Sebab harta kekayaan para calon tersebut di bawah Rp30 miliar.

Baca juga: Pilkada Cilegon, Persatuan Tuna Netra Ajak Kaum Disabilitas Tolak Politik Uang

Sedangkan biaya politik untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten melebihi harta kekayaan mereka. 

Bahkan ungkap Adib, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten telah mengatur batas uang kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur sebesar Rp900 miliar.

"Namanya politik ini kan mahal makanya kalau seperti anda kemarin laporan awal dana kampanye calon Gubernur Banten 1 juta, itu mohon maaf malah diketawain. Sehingga mereka membutuhkan suntikan modal kampanye," ungkapnya.

Adib berharap masyarakat di Provinsi Banten dapat memilih calon yang paling sedikit dimodali oleh para pengusaha, agar penyalahgunaan wewenang dapat diminimalisir. Sehingga masyarakat tak dirugikan oleh kepentingan pengusaha dan penguasa.

"Ujungnya nanti abuse of power (penyalahgunaan wewenang) nya kental, karena konflik kepentingannya lumayan tinggi, akhirnya dia (Kepala daerah) menuruti saja. Ini imbas dari mahalnya biaya politik," pungkasnya.

Untuk diketahui, Giant Sea Wall adalah tembok laut raksasa yang dibangun di sepanjang pantai yang memisahkan lahan dan air.

Giant Sea Wall akan dibangun sepanjang 21 km dari Banten-Ancol.

Untuk membangun Giant Sea Wall membutuhkan dana sebesar Rp 91 T.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved