Jack Smith, Penasihat Khusus AS yang Terancam Dipecat setelah Donald Trump Menjabat

Nama Jack Smith viral hanya beberapa saat setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat 2024-2028.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
ABC NEWS
Jack Smith. Nama Jack Smith viral hanya beberapa saat setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat 2024-2028. 

Dua kasus Smith itu mendakwa Trump melakukan konspirasi untuk membatalkan hasil pemilu menjelang kerusuhan di gedung parlemen Capitol, dan menyimpan dokumen sangat rahasia di kediaman milik Trump di Mar-a-Lago, Florida, serta menghadapi upaya FBI untuk mendapatkan dokumen itu lagi.

Kasus dokumen rahasia itu telah terhenti sejak Juli ketika hakim yang diangkat Trump, Aileen Cannon, menolaknya dengan alasan bahwa Smith diangkat secara ilegal. Smith telah mengajukan banding ke Pengadilan Banding di Atlanta, di mana permohonan itu masih tertunda.

Dalam kasus campur tangan pemilu 2020, Trump dijadwalkan mulai diadili pada Maret di Washington, di mana lebih dari 1.000 pendukungnya telah divonis bersalah atas dakwaan terkait peran mereka dalam kerusuhan di Capitol. 

Tetapi kasus ini terhenti karena Trump mengupayakan klaim kekebalan hukum yang luas dari tuntutan hukum, yang pada akhirnya membawa kasus itu kini di Mahkamah Agung AS.

Trump mungkin menjadi lebih berani dengan putusan Mahkamah Agung pada Juli lalu, yang memberi kekebalan hukum yang luas dari tuntutan hukuman kepada mantan presiden itu atas tindakan yang diambil sewaktu sedang menjabat dan secara eksplisit melarang setiap dugaan tindakan yang melibatkan pembahasan yang dilakukan Trump dengan Departemen Kehakiman.

Hal tersebut mencakup upayanya menggunakan departemen itu untuk melakukan investigasi penipuan pemilu sebagai bagian dari upayanya untuk tetap berkuasa.

Baca juga: HASIL Pilpres AS 2024: Donald Trump Jadi Presiden, China Siap Hadapi Perang Dagang Lawan Amerika

Mahkamah Agung yang mayoritas hakimnya konservatif mengirim kasus itu kembali ke Hakim Distrik AS Tanya Chutkan untuk memutuskan apa tuduhan lainnya dalam dakwaan tersebut, kalau ada, yang dapat diajukan ke pengadilan.

Sebagai tanggapan, tim Smith bulan lalu mengajukan ringkasan setebal 165 halaman yang memaparkan bukti baru untuk meyakinkan hakim bahwa tindakan yang dituduhkan dalam dakwaan tersebut dilakukan dalam kapasitas pribadi Trump sebagai kandidat – bukannya panglima tertinggi – dan karena itu dapat tetap menjadi bagian dari kasus itu.

Para pengacara Trump dijadwalkan mengajukan tanggapan mereka akhir bulan ini. 

Apa pun putusan Chutkan diperkirakan akan menghadapi banding lagi hingga ke Mahkamah Agung, yang berarti kemungkinan persidangannya akan berlangsung dalam kurun waktu satu tahun lagi atau lebih

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved