Pilkada Jakarta

Terkuak! 30 Persen Warga Jakarta Golput di Pilkada 2024

Sebanyak 30 persen warga DKI memutuskan untuk tidak menggunakan hal pilihnya di PIlkada DKI Jakarta.

Tayang:
Editor: Ahmad Haris
Tangkap layar
Debat kedua Pilgub Jakarta, Minggu (27/10/2024). Sebanyak 30 persen warga DKI memutuskan untuk tidak menggunakan hal pilihnya di PIlkada DKI Jakarta, Rabu 27 November 2024 kemarin. 

TRIBUNBANTEN.COM - Terdapat sebanyak 30 persen warga Jakarta memutuskan untuk tidak menggunakan hal pilihnya di PIlkada DKI Jakarta 2024 kemarin.

Dengan tidak memilih, artinya ada 30 persen warga DKI Jakarta yang menjadi golongtan putih atau Golput.

Meski tokoh besar macam Prabowo, Jokowi hingga Anies Baswedan turun gunung, namun tidak mampu mengajak masyarakat untuk memilih.

Baca juga: Pramono Anung-Rano Karno Deklarasi Menang Satu Putaran, Berapa Suaranya di Real Count KPU?

Meski banyak alasan orang untuk tidak memilih, namun beberapa alasan orang memilih Golput biasanya karena tidak melihat sosok terbaik yang akan dipilih hingga soal 

Diketahui Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi) secara terang-terangan mendukung pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono. 

Sementara itu, dua mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mendukung pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, yang diusung PDIP.

 

 

Peneliti Litbang Kompas, Bestian Nainggolan, sebelumnya menegaskan bahwa Prabowo, Jokowi, dan Anies tetap berpengaruh terhadap calon pemilih pasangan cagub-cawagub.

“Artinya, tokoh Jokowi dan Presiden Prabowo serta Anies Baswedan masih berpengaruh dalam menentukan pilihan warga Jakarta,” ujarnya, Selasa (5/11/2024).

Meski demikian, endorsement para tokoh itu dinilai belum sepenuhnya mampu memobilisasi pemilih.

Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), tingkat partisipasi pemilih di Jakarta mencapai 69,57 persen.

Data hasil hitung cepat ini diperoleh dari 99,50 persen yang telah masuk dan tervalidasi pada Rabu (2711/2024), pukul 18:19 WIB.

Dengan demikian, persentase masyarakat yang tidak berpartisipasi atau golput diperkirakan sekitar 30 persen.

Tingginya angka golput menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas endorsement tersebut.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved