Pilkada Jakarta
Terkuak! 30 Persen Warga Jakarta Golput di Pilkada 2024
Sebanyak 30 persen warga DKI memutuskan untuk tidak menggunakan hal pilihnya di PIlkada DKI Jakarta.
TRIBUNBANTEN.COM - Terdapat sebanyak 30 persen warga Jakarta memutuskan untuk tidak menggunakan hal pilihnya di PIlkada DKI Jakarta 2024 kemarin.
Dengan tidak memilih, artinya ada 30 persen warga DKI Jakarta yang menjadi golongtan putih atau Golput.
Meski tokoh besar macam Prabowo, Jokowi hingga Anies Baswedan turun gunung, namun tidak mampu mengajak masyarakat untuk memilih.
Baca juga: Pramono Anung-Rano Karno Deklarasi Menang Satu Putaran, Berapa Suaranya di Real Count KPU?
Meski banyak alasan orang untuk tidak memilih, namun beberapa alasan orang memilih Golput biasanya karena tidak melihat sosok terbaik yang akan dipilih hingga soal
Diketahui Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi) secara terang-terangan mendukung pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono.
Sementara itu, dua mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mendukung pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, yang diusung PDIP.
Peneliti Litbang Kompas, Bestian Nainggolan, sebelumnya menegaskan bahwa Prabowo, Jokowi, dan Anies tetap berpengaruh terhadap calon pemilih pasangan cagub-cawagub.
“Artinya, tokoh Jokowi dan Presiden Prabowo serta Anies Baswedan masih berpengaruh dalam menentukan pilihan warga Jakarta,” ujarnya, Selasa (5/11/2024).
Meski demikian, endorsement para tokoh itu dinilai belum sepenuhnya mampu memobilisasi pemilih.
Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), tingkat partisipasi pemilih di Jakarta mencapai 69,57 persen.
Data hasil hitung cepat ini diperoleh dari 99,50 persen yang telah masuk dan tervalidasi pada Rabu (2711/2024), pukul 18:19 WIB.
Dengan demikian, persentase masyarakat yang tidak berpartisipasi atau golput diperkirakan sekitar 30 persen.
Tingginya angka golput menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas endorsement tersebut.
Pengaruh endorsement tergantung wilayah Peneliti Senior Indikator, Hendro Prasetyo, menjelaskan bahwa efektivitas endorsement sangat bergantung pada wilayah dan tingkat pengaruh tokoh yang memberikan dukungan.
Baca juga: Pengamat Sebut Endors dari Prabowo Jadi Faktor Andra Soni Ungguli Airin di Pilgub Banten 2024
"Pak Jokowi itu memiliki kekuatan yang besar di Jawa Tengah. Ingat Pileg dan Pilpres kemarin. Salah satu temuan solid kami adalah Pak Prabowo mendapatkan dukungan besar karena didukung Pak Jokowi," ujar Hendro dalam Obrolan Newsroom Kompas.com, Rabu (27/11/2024).
Namun, Hendro menekankan, pengaruh Jokowi di Jakarta berbeda dari wilayah-wilayah lainnya seperti Jawa Tengah, bahkan Banten.
"Ketika Pak Jokowi melakukan hal yang sama di Jakarta, efeknya berbeda. Memang wilayahnya bukan di Jakarta," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul 30 Persen Warga Ogah 'Nyoblos' di Pilkada Jakarta, Dukungan Prabowo-Jokowi dan Anies Dipertanyakan
| Ridwan Kamil-Suswono Ucapkan Selamat ke Pramono-Rano yang Unggul di Pilkada Jakarta 2024 |
|
|---|
| Ridwan Kamil-Suswono Disebut Legowo Kalah: Batal Gugat ke MK! |
|
|---|
| Sah Jadi Jawara Pilgub Jakarta 2024, Pramono-Rano Ucapkan Terima Kasih ke Anak Abah hingga Ahokers |
|
|---|
| Pramono Anung-Rano Karno Deklarasi Menang Satu Putaran, Berapa Suaranya di Real Count KPU? |
|
|---|
| Survei Terbaru Pilkada Jakarta 2024 Litbang Kompas: 23,8 Persen Belum Tentukan Pilihan & Tidak Tahu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Debat-fyjjk.jpg)