Program Makan Bergizi Gratis Mulai 6 Januari, Cek di Sini Menu Makanan untuk Wilayah Banten

Pada Senin (6/1/2025), program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabumi

Editor: Glery Lazuardi
Endrapta Pramudhiaz
Ilustrasi program makan bergizi gratis 

Area 7 (Bali)

Karbohidrat: nasi

Lauk: ikan, tahu

Buah: salak, jeruk, pisang, mangga

Sayur: kangkung, sawi hijau, kacang hijau

Area 8 (Nusa Tenggara Barat dan Timur)

Karbohidrat: jagung, sorgum

Lauk: daging sapi

Buah: jeruk, pisang, pepaya

Sayur: daun kelor, terong, pepaya

Area 9 (Sulawesi)

Karbohidrat: jagung, sorgum

Lauk: daging sapi

Buah: jeruk, pisang, pepaya

Sayur: daun kelor, terong, pepaya

Area 10 (Maluku)

Karbohidrat: sagu, jagung, singkong

Lauk: ikan, daging sapi

Buah: pisang, mangga, jeruk, pepaya

Sayur: pare, terong, kangkung

Area 11 (Papua)

Karbohidrat: sagu, singkong, ubi jalar

Lauk: ikan, daging sapi, kacang-kacangan

Buah: matoa, alpukat, jambu biji, duku, mangga

Sayur: buncis, kembang pepaya

Program ini juga bertujuan untuk memberdayakan ekonomi daerah dengan melibatkan ribuan UMKM, koperasi, dan BUMDes dalam rantai pasok makanan. 

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk mendukung kelancaran program ini. Melalui program MBG, diharapkan peredaran uang di desa dapat meningkat hingga 800 persen, yang sebelumnya diperkirakan hanya Rp1 miliar per desa per tahun menjadi Rp8 miliar per desa per tahun.

Evaluasi dan Pengembangan Program

Pada tahap awal, sekitar 3,2 juta hingga 3,3 juta siswa akan menerima manfaat MBG, dengan program ini terus berkembang setiap harinya. 

Jumlah titik distribusi diharapkan mencapai 937 dapur pada akhir Januari 2025. 

Pemerintah juga berencana meningkatkan jumlah penerima manfaat secara bertahap, dengan target 6 juta pada April-Juni 2025, dan sekitar 15 juta penerima pada Juli-Agustus 2025.

Tantangan di Beberapa Daerah

Namun, tidak semua daerah memulai distribusi program MBG pada Senin ini. Beberapa daerah, seperti Kota Salatiga dan beberapa kabupaten di Bali, masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat. 

Pemerintah daerah setempat menunggu instruksi dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk melaksanakan program ini.

Dengan dimulainya program MBG, diharapkan dapat membantu mengurangi masalah gizi buruk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan ibu hamil, serta berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi di tingkat desa.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved