Program Makanan Bergizi Gratis: 3 Juta Penerima Manfaat, Pelajar Ucapkan Terima Kasih

Pemerintahan di bawah kendali Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuntaskan janji kampanyenya menjalankan MBG

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Tajudin
Ilustrasi program makanan bergizi gratis. 

20. Riau; 1 titik di Kecamatan Bathin Solapan, 1 tiitk di Kecamatan Mandau, 1 titik di Kecamatan Tualang.

21. Sulawesi Barat; 1 titik di Kecamatan Simboro.

22. Sulawesi Selatan; 1 titik di Kecamatan Barru, 1 titik di Kecamatan Ujungbulu, 1 titik di Kecamatan Binamu, 1 titik di Kecamatan Mandai, 1 titik di Kecamatan Lalabata, 1 titik di Kecamatan Bringkanaya, 1 titik di Kecamatan Mamajang, 1 titik di Kecamatan Manggala

23. Sulawesi Tenggara; 1 titik di Kecamatan Unaaha, 1 titik di Mandonga.

24. Sulawesi Utara; 1 titik di Kecamatan Langoan Utara.

25. Sumatera Barat; 1 titik di Kecamatan Pariaman Tengah.

26. Sumatera Utara; 1 titik di Kecamatan Medan Timur.

Tak Semua Dibagikan Saat Makan Siang

Terpisah, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati menjelaskan tentang jadwal program MGB. 

"Kalau MBG kan memang tiap hari ya di jam-jam sekolah. Jadi setiap hari akan ada makan bergizi gratis," kata Adita.

Adita merinci untuk PAUD dan TK, makanan akan diberikan di pagi hari karena jam sekolah yang terbatas tidak sampai siang hari.

Lalu untuk siswa SD makanan akan diberikan sebelum pukul 12.00 waktu setempat.

"Sementara kalau SMP dan SMA itu di jam makan siang. Ini juga sesuai dengan beberapa uji coba yang sudah dilakukan oleh pemerintah," katanya.

Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai koordinator program makan bergizi gratis akan melakukan tiga skema penyaluran makan bergizi gratis.

Dilansir dari laman Indonesia.go.id, ketiga skema program tersebut, pertama, membangun dapur pusat. Kedua, BGN akan membangun dapur di sekolah atau pesantren dengan jumlah siswa minimal 2.000 orang.

Ketiga, BGN akan melayani di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau dalam waktu setengah jam.

Untuk daerah yang harus dijangkau dalam waktu satu hari, nanti dikirim menggunakan paket vacuum.

Pengiriman untuk daerah terpencil dilakukan setiap satu bulan atau satu minggu dengan menu makan yang bervariasi.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengatakan makan bergizi gratis akan disalurkan melalui satuan pelayanan di setiap daerah.

Setiap satuan pelayanan akan mengelola anggaran yang cukup fantastis setiap tahunnya.

“Satuan pelayanan ini akan mengelola antara Rp 9 miliar-Rp 11 miliar per tahun,” terang Dadan, dilansir Kontan.co.id (4/1/2025).

Mantan Direktur Pengembangan Bisnis dan Manajemen Portofolio ID FOOD, Dirgayuza Setiawan, membocorkan menu makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG).

Menurut penulis buku "Pangan Indonesia" yang juga orang dekat Prabowo Subiantoini, menu makanan pada program makan bergizi gratis akan menyesuaikan bahan pokok yang diproduksi di tiap daerah. Artinya, menu makanan di tiap daerah bakal bervariasi.

"Menu lain di Indonesia bakal berbeda, akan menyesuaikan dengan produksi di daerah masing-masing," ujarnya dalam acara Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) ke-13, dikutip dari YouTube BKF Kemenkeu, Rabu (4/12/2024).

Misalnya, tidak semua daerah akan mendapatkan menu karbohidrat utama berupa nasi. Untuk daerah yang tidak memproduksi beras, akan diganti dengan bahan makanan berkarbohidrat lain yang tersedia di daerah tersebut.

"Tidak di setiap provinsi itu nasi menjadi karbohidrat utama, kami biarkan seperti itu. Jadi kita punya berbagai makanan yang variatif dan resilient food production berdasarkan kemampuan daerah untuk memproduksi pangan," ucapnya.

Untuk itu, dalam studi yang dilakukan Badan Pangan Nasional (BPN), menu makan bergizi gratis dibagi menjadi 11 wilayah.

Komposisi menu dari masing-masing wilayah terdiri dari karbohidrat, lauk, buah, dan sayur yang berbeda tergantung bahan makanan yang diproduksi di tiap daerah.

"Badan Pangan Nasional telah melakukan studi yang cukup lama dan membagi Indonesia menjadi 11 bagian," kata dia.

Dalam paparannya, Dirgayuza merincikan daftar menu makan bergizi gratis berdasarkan hasil kajian BPN tersebut, yaitu:

Area 1 (sebagian besar Sumatera)
Karbohidrat: nasi
Lauk: daging ayam, tahu
Buah: pepaya, manggis
Sayur: kangkung

Area 2 (Mentawai)
Karbohidrat: sagu, talas
Lauk: udang, ikan
Buah: pisang, nangka, durian
Sayur: daun pepaya

Area 3 (Riau dan Bangka Belitung)
Karbohidrat: sagu
Lauk: udang, ikan
Buah: pepaya, durian, nanas
Sayur: kangkung, timun, terong

Area 4 (Kalimantan)
Karbohidrat: Talas, singkong
Lauk: ikan, daging sapi
Buah: pisang, rambutan, jeruk
Sayur: wortel, kangkung, sawi hijau

Area 5 (Banten dan Jawa tengah)
Karbohidrat: nasi, jagung
Lauk: daging ayam
Buah: pepaya, jeruk
Sayur: labu, buncis

Area 6 (DI Yogyakarta dan Jawa Timur)
Karbohidrat: nasi, jagung, singkong
Lauk: udang, ikan, telur, daging
Buah: manga, alpukat, buah naga
Sayur: kol, kacang panjang, wortel

Area 7 (Bali)
Karbohidrat: nasi
Lauk: ikan, tahu
Buah: salak, jeruk, pisang, mangga
Sayur: kangkung, sawi hijau, kacang hijau

Area 8 (Nusa Tenggara Barat dan Timur)
Karbohidrat: jagung, sorgum
Lauk: daging sapi
Buah: jeruk, pisang, pepaya
Sayur: daun kelor, terong, pepaya

Area 9 (Sulawesi)
Karbohidrat: jagung, sorgum
Lauk: daging sapi
Buah: jeruk, pisang, pepaya
Sayur: daun kelor, terong, pepaya

Area 10 (Maluku)
Karbohidrat: sagu, jagung, singkong
Lauk: ikan, daging sapi
Buah: pisang, mangga, jeruk, pepaya
Sayur: pare, terong, kangkung

Area 11 (Papua)
Karbohidrat: sagu, singkong, ubi jalar
Lauk: ikan, daging sapi, kacang-kacangan
Buah: matoa, alpukat, jambu biji, duku, mangga
Sayur: buncis, kembang papaya

Baca juga: Dinkes Susun Jenis Makanan Bergizi Seimbang untuk Ujicoba Makan Gratis di Cilegon

Pelajar Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo atas Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dimulai pada Senin (6/1/2025), berhasil menuntaskan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Program ini, yang bertujuan mengatasi masalah malnutrisi dan stunting, kini menjadi langkah besar dalam sejarah kebijakan sosial Indonesia. 

Sejak hari pertama pelaksanaan, dapur-dapur di 26 provinsi mulai beroperasi, menyajikan makanan bergizi kepada 3 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Program ini berjalan di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN), dengan 190 titik dapur yang tersebar di berbagai provinsi. 

Diharapkan jumlah dapur akan terus meningkat menjadi 937 titik pada akhir Januari 2025. 

Setiap dapur dikelola dengan pengawasan ketat oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, dan akuntan, guna memastikan kualitas makanan yang terjamin dan kebersihan dalam pengelolaannya.

Sejumlah pelajar pun mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Presiden Prabowo melalui media sosial.

Dalam sebuah unggahan yang viral di TikTok, beberapa siswa SMA menunjukkan kekaguman mereka terhadap menu makan bergizi yang mereka terima melalui program ini. 

Mereka membuka kotak makan yang berbahan stainless steel, menunjukkan daging ayam dan berbagai makanan lainnya.

“Wenak lho Mba, ini liat dagingnya mantap! Terima kasih banyak Bapak Prabowo,” ujar para siswa itu sembari memamerkan varian menu yang mereka terima. 

Mereka juga mendoakan Presiden Prabowo, "Panjang umur, sehat selalu Bapak Prabowo, Thank you!" disertai semangat dan salam hormat.

Program MBG ini tidak hanya bermanfaat bagi pelajar, tetapi juga bagi masyarakat luas yang sebelumnya kesulitan mengakses makanan bergizi

Menu makanan yang diberikan bervariasi sesuai dengan bahan pokok yang tersedia di masing-masing daerah, sehingga setiap wilayah mendapatkan menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi mereka.

Sebagian netizen juga memberikan dukungan terhadap program ini. 

Mereka mengingatkan bahwa program ini untuk kepentingan generasi penerus dan bukan untuk kepentingan pribadi. 

Beberapa komentar bahkan membandingkan kenyataan makan daging yang dulu sulit didapatkan, yang sekarang sudah bisa dinikmati oleh para siswa. 

Program ini dianggap sebagai bentuk perhatian besar pemerintah terhadap masa depan anak-anak bangsa.

Pelaksanaan MBG juga didukung oleh penggunaan bahan penyajian yang dapat digunakan berulang kali, seperti nampan stainless steel, yang tidak hanya memastikan kebersihan, tetapi juga mendukung keberlanjutan. 

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi malnutrisi, tetapi juga untuk memperkuat ekonomi lokal dengan memanfaatkan produk pangan dari daerah masing-masing.

Terima kasih Presiden Prabowo atas upaya yang luar biasa dalam mewujudkan program makan bergizi gratis untuk masyarakat Indonesia. 

Program ini adalah bukti nyata bahwa perhatian terhadap generasi muda dan kesehatan bangsa menjadi prioritas utama dalam pemerintahan saat ini.

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved