Dugaan Pencemaran Udara di Cikande, Polisi Janji Serap Aspirasi Warga
Kapolsek Cikande, AKP Tatang, memberikan tanggapan terkait dugaan pencemaran udara yang ditimbulkan oleh dua perusahaan di Desa Leuwi Limus
Penulis: Ade Feri | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN.COM - Kapolsek Cikande, AKP Tatang, memberikan tanggapan terkait dugaan pencemaran udara yang ditimbulkan oleh dua perusahaan di Desa Leuwi Limus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Dua perusahaan yang dimaksud adalah PT Advance Smelting Technology dan PT Xia Wang, yang bergerak di bidang peleburan logam.
Sejumlah warga Desa Leuwi Limus sebelumnya menggeruduk Kantor Desa untuk menuntut klarifikasi terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas kedua perusahaan tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS Puluhan Warga Geruduk Kantor Desa Leuwi Limus, Protes Dampak Pencemaran Udara
Mereka mendesak agar perusahaan berhenti beroperasi sementara waktu, karena khawatir dampaknya terhadap kesehatan.
Tatang menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Cikande terkait dugaan pencemaran udara tersebut.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap akan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh masyarakat.
"Jika ada laporan, tentu kami akan sikapi, karena kita harus menindaklanjuti segala aspirasi dari masyarakat," ujar Tatang, Kamis (16/1/2025).
Tatang juga mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan terkait telah merespons keluhan warga dan berjanji akan segera melakukan perbaikan agar tidak terjadi pencemaran udara lebih lanjut.
"Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan ini, perusahaannya sedang berupaya untuk memperbaiki kondisi ini," tambahnya.
Terkait masalah hukum, Tatang belum dapat memastikan apakah ada delik pidana yang dapat menjerat perusahaan, karena masalah pencemaran udara lebih berkaitan dengan regulasi perlindungan lingkungan hidup.
"Kita lihat dulu bagaimana perkembangannya, karena ini domainnya lebih ke lingkungan hidup," ucapnya.
Perusahaan Mengaku Ada Bau Menyengat
Dua perusahaan yang terlibat, PT Advance Smelting Technology dan PT Xia Wang, mengakui bahwa aktivitas produksi mereka menimbulkan bau menyengat yang dirasakan oleh warga sekitar.
PT Xia Wang, yang menggunakan bahan kimia dalam produksinya, menyatakan bahwa bau adalah bagian dari proses industri mereka.
Kepala Personalia PT Xia Wang, Nani Heryani, mengungkapkan bahwa bau tidak bisa dihindari dalam setiap proses produksi, terutama karena perusahaannya menggunakan bahan kimia.
| Daftar SMA Terbaik di Banten 2026 Versi SIMT, Referensi SPMB untuk Siswa SMP |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Banten Rabu 29 April 2026: Hujan Ringan di Seluruh Wilayah, Suhu 24-32 Derajat |
|
|---|
| Sosok dan Biografi Syekh Yusuf Al-Makassari, Mufti Agung Kesultanan Banten yang Diasingkan ke Afrika |
|
|---|
| Menteri Fadli Zon Hadiri Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf di Kota Serang Banten, Peziarah Antusias |
|
|---|
| Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang Dipastikan Lancar, BPKAD: Tidak Ada Tunggakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-polusi-udara.jpg)