Dugaan Pencemaran Udara di Cikande, Polisi Janji Serap Aspirasi Warga
Kapolsek Cikande, AKP Tatang, memberikan tanggapan terkait dugaan pencemaran udara yang ditimbulkan oleh dua perusahaan di Desa Leuwi Limus
Penulis: Ade Feri | Editor: Glery Lazuardi
"Kami tidak mengelak, karena memang bahan kami berasal dari zat kimia. Semua pabrik pasti ada bau," ujar Nani.
Baca juga: 2 Pabrik Industri di Tangerang Disidak Satgas Penanggulangan Pencemaran Udara Polda Metro Jaya
Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan bersedia memberikan bantuan pengobatan gratis kepada warga yang terdampak, meski beberapa warga menolak tawaran tersebut.
"Tadi ada warga yang meminta pengobatan gratis, saya jawab boleh dan bisa, tapi mereka malah tidak setuju," tuturnya.
Sementara itu, Manager Operasional PT Advance Smelting Technology, Asep Maulud Taufik, menjelaskan bahwa bau menyengat tersebut disebabkan oleh kebocoran atau korosi pada peralatan produksi.
"Mungkin itu yang menyebabkan kebocoran, karena cuaca yang berubah-ubah, hujan dan panas," ujarnya.
Asep menegaskan bahwa pihaknya selalu mematuhi regulasi yang ada, termasuk dalam hal pengelolaan lingkungan.
"Kami sudah melakukan produksi sesuai regulasi yang ada, termasuk baku mutu emisi dan debu yang telah ditentukan oleh Dinas Lingkungan Hidup," katanya.
Sebelumnya, ratusan warga Desa Leuwi Limus melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Desa, menuntut agar kedua perusahaan tersebut menghentikan operasinya selama satu bulan.
Warga khawatir bau menyengat yang ditimbulkan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mereka.
Mereka meminta agar perusahaan segera memperbaiki sistem pengelolaan lingkungan untuk menghindari pencemaran lebih lanjut.
Pihak perusahaan mengaku telah berupaya untuk memperbaiki keadaan dan mengharapkan agar masalah ini dapat diselesaikan secara baik-baik dengan melibatkan pihak berwenang.
| Daftar SMA Terbaik di Banten 2026 Versi SIMT, Referensi SPMB untuk Siswa SMP |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Banten Rabu 29 April 2026: Hujan Ringan di Seluruh Wilayah, Suhu 24-32 Derajat |
|
|---|
| Sosok dan Biografi Syekh Yusuf Al-Makassari, Mufti Agung Kesultanan Banten yang Diasingkan ke Afrika |
|
|---|
| Menteri Fadli Zon Hadiri Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf di Kota Serang Banten, Peziarah Antusias |
|
|---|
| Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang Dipastikan Lancar, BPKAD: Tidak Ada Tunggakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-polusi-udara.jpg)