Contoh Khutbah Jumat Bulan Syaban, Jembatan Menuju Ramadhan yang Dinanti-nanti

Bertepatan dengan hari Jumat, maka khutbah Jumat bisa diisi dengan ceramah tentang betapa penting dan istimewanya bulan Syaban seperti berikut ini.

Tayang:
Editor: Vega Dhini
SRIPOKU/ANTON
ILUSTRASI BULAN SYABAN. Simak contoh khutbah Jumat di bulan Syaban berikut ini. Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, tanggal 1 Syaban 1446 H jatuh pada Jumat, 31 Januari 2025. (SRIPOKU/ANTON) 

TRIBUNBANTEN.COM - Simak contoh khutbah Jumat di bulan Syaban berikut ini.

Khutbah Jumat 31 Januari 2025 sudah memasuki bulan Syaban.

Dalam penanggalan Hijriah, bulan Syaban merupakan bulan kedelapan sekaligus bulan terakhir sebelum Ramadhan.

Di bulan Syaban nantinya juga akan dilakukan pemantauan hilal yang menentukan kapan 1 Ramadhan sebagai awal bulan puasa di tahun 2025.

Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, tanggal 1 Syaban 1446 H jatuh pada Jumat, 31 Januari 2025.

Bertepatan dengan hari Jumat, maka khutbah Jumat bisa diisi dengan ceramah tentang betapa penting dan istimewanya bulan Syaban seperti berikut ini.

Baca juga: Bacaan Niat Salat Sunah Nisfu Syaban Dua Rakaat, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Contoh Khutbah Jumat Menyambut Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wana’udzu billahi min syururi anfusina, wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah.

Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh.

Allahumma shalli wasallim wabarik ’ala sayyidina muhammadin wa ’ala alihi washahbihi ajma’in. amma ba’du.

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Waktu terus berjalan dan tak terasa kita telah memasuki bulan Syaban. Dengan datangnya bulan Syaban, bulan suci Ramadhan semakin dekat.

Namun semakin dekat dengan bulan Ramadhan, ada yang bergembira dan ada pula yang biasa-biasa saja. Ada yang menganggap bulan Syaban dan Ramadhan tak berbeda dari bulan-bulan lainnya.

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah, jika menganggap bulan Syaban dan Ramadhan biasa-biasa saja atau tidak ada bedanya dengan bulan-bulan lainnya, maka ini menjadi indikasi tentang tidak sensitifnya hati kita kepada kemuliaan-kemuliaan waktu khusus yang tertuang dalam ajaran Islam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved