Diultimatum Presiden Soal Harga Gabah Kering, Begini Respons Pengusaha Penggilingan Padi di Serang
Pengusaha penggilingan padi Presiden Prabowo soal aturan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen di tingkat petani Rp 6.500/Kg
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Haris
Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pengusaha gilingan padi di Kabupaten Serang, Banten merespon pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait aturan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), untuk gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Untuk diketahui, dengan nada tegas Presiden Prabowo meminta pengusaha penggilingan padi untuk patuh terhadap aturan tersebut.
Bahkan, Presiden mengancam, bahwa pemerintah akan mengambil alih proses penggilingan padi jika para pengusaha tak mau patuh.
Baca juga: Banten Kehilangan 2,5 Juta Ton Produksi Gabah, Petani Merugi Rp 14 Miliar
Menanggapi itu, pengusaha penggilingan padi di Carenang, Mansyur (39), mengaku HPP gabah kering sebesar Rp 6.500 memberatkan para pengusaha.
Hal itu lantaran, pada praktiknya modal yang diperlukan pengusaha tidak sama dengan hitung-hitungan yang dilakukan pemerintah.
"Pemerintah kan ngitungnya dari 100 kilogram gabah itu beras yang dihasilkan sebesar 60 kilogram, padahal kenyataannya mah cuma 55 kilogram aja bahkan sering di bawah itu," ujarnya kepada TribunBanten.com, saat ditemui di pabriknya, Kamis (6/2/2025).
Kendati demikian, Mansyur mengaku, tetap mematuhi aturan yang diberlakukan pemerintah.
"Malahan kalau sekarang mah kita beli gabah kering panen (GKP) dari petani itu seharga Rp 6.700 - Rp 6.800 per kilogram," ucapnya.
Menurutnya, HPP gabah kering tersebut harusnya diimbangi juga dengan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditi beras.
"Karena sekarang ini kan pemerintah itu beli beras Rp 12 ribu per kilogram, itu pun banyak potongannya untuk kadar air dan sebagainya," kata dia.
"Makanya kalau saya biar ga rugi itu jualnya langsung ke pasar," jelasnya.
Dirinya juga tidak mempermasalahkan, jika pemerintah akan mengambil alih proses penggilingan padi.
Baca juga: BPS Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Harga Gabah Petani di Banten Turun
"Kalau saya tidak masalah asalkan mau aja pemerintah turun langsung ke petani," tuturnya.
Ia berharap, pemerintah juga dapat memperhatikan perihal patokan HET beras, agar tidak memberatkan para pengusaha penggilingan padi.
"Kalau harga berasnya sesuai mah kita beli di atas Rp 6.500 juga berani. Minimal Rp 12.600 lah," tandasnya.
| Sampah Styrofoam Menumpuk di Irigasi Tirtayasa, Warga Serang Keluhkan Bau Menyengat |
|
|---|
| O2SN dan FLS3N 2026 Kabupaten Serang, Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi Juara |
|
|---|
| 4 ASN Pemkot Serang di Tiga OPD Ambil Cuti Besar Pergi Haji 2026, Tunjangan Diberhentikan Sementara |
|
|---|
| Sidak Gudang Bulog di Serang, Annisa Mahesa Ungkap Stok Beras Capai 38 Ribu Ton: Cukup untuk 6 Bulan |
|
|---|
| Harga Beras di Pasar Ciruas Serang Merangkak Naik, Pedagang Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/penjemuran-padi-di-tempat-penggilingan-padi.jpg)