Pemkot Cilegon Cuma akan Perbaiki Beberapa Titik Kerusakan di JLS, Kenapa? 

Pemkot Cilegon tahun ini hanya akan memperbaiki beberapa titik di Jalan Lingkar Selatan yang mengalami kerusakan.

Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Muhammad Uqel A
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna, saat diwawancarai TribunBanten.com di Pemkot Cilegon. Kamis, (6/3/2025). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel Ass

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tahun 2025 ini, hanya akan memperbaiki beberapa titik di Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang mengalami kerusakan.

Ada pun perbaikan itu dilakukan dengan cara tambal sulam.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna.

Baca juga: Soroti Jalan Rusak di JLS, Dede Rohana: Itu Jadi PR Besar Robinsar-Fajar

Ia mengatakan, saat ini DPUPR Cilegon tengah menginventarisir kerusakan Jalan Lingkar Selatan.

"Baru mulai hari ini, tim kita survei di lapangan menghitung ada berapa titik kerusakan di JLS itu, nanti akan kita tambal," ujarnya di Pemkot Cilegon, Kamis (6/3/2025).

Rencananya, kata Dendi, pengerjaan jalan tersebut akan dilakukan pada H-10 menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Memang kan aturan nya H-10 lalu lintas mulai dilalui pemudik, kendaraan berat mungkin dihentikan," katanya.

 

 

Ia menuturkan, sampai saat ini Pemkot Cilegon belum ada rencana untuk pembangunan Jalan Lingkar Selatan.

Pihaknya hanya melakukan pemeliharaan, dengan cara melakukan perbaikan pada titik tertentu yang dirasa rusak.

Dendi mengaku, dirinya belum mengetahui pasti anggaran yang dibutuhkan berapa.

Sebab, saat ini masih tengah penghitungan jumlah titik kerusakan jalan tersebut.

Baca juga: Kondisi JLS Cilegon Semakin Rusak Parah, Bertahun-tahun Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah

"Kita kan sudah menginventarisasi JLS yang mengalami kerusakan, tingkat kerusakan nya seperti apa, nah nanti kita bisa menghitung kebutuhan anggaran seperti apa karena kan kebetulan yang rusak itu adalah sebagian besar di titik arus balik bukan arus pemberangkatan itu keuntungan kita," ucapnya.

Menurut Dendi, kebutuhan untuk pemeliharaan jalan tersebut kurang lebih di angka Rp 700 juta.

"Ya seperti tahun kemarin kita perbaiki, anggaran yang dibutuhkan kalau tahun kemarin kan kisaran Rp 700 juta mungkin tahun sekarang engak jauh dari itu," katanya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved