Sempat Membludak, Pendaftaran Pegawai RSUD Labuan dan Cilograng Ditutup, Pelamar Capai 7.613 Orang
Ribuan orang telah melamar kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan dan Cilograng milik Pemerintah Provinsi Banten.
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Tajudin
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ribuan orang telah melamar kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan dan Cilograng milik Pemerintah Provinsi Banten.
Kedua RSUD tersebut membuka rekrutmen pegawai dan dokter spesialis sejak sejak 21 Maret hingga berakhir pada Kamis 3 April 2025.
Data dari sistem rekrutmen RSUD milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, tercatat ada 7.613 yang melamar. Terdiri dari RSUD Labuan 4.640 orang dan RSUD Cilograng 2.973 orang.
Sedangkan untuk kebutuhan kedua RSUD tersebut hanya 718 pegawai untuk 38 formasi di masing-masing rumah sakit.
Baca juga: Lowongan Kerja Pegawai RSUD Labuan dan Cilograng Non ASN Masih Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Membludaknya pelamar di RSUD Labuan dan Cilograng mendapat sorotan dari anggota Komisi V DPRD Banten, Muhsinin.
Politisi Partai Golkar ini menilai animo masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di rumah sakit plat merah tersebut sangat tinggi.
"Bagus kalau tinggi pelamar banyak pilihan, sehingga rekrutmen ini harus profesional," kata Muhsinin melalui sambungan telepon, Minggu (6/4/2025).
Diketahui, 718 pegawai tersebut untuk mengisi formasi dokter 50 orang, apoteker 20 orang, asisten apoteker 20 orang, perawat ahli pertama 80 orang, perawat terampil 194 orang.
Kemudian terapis gigi dan mulut 4 orang, bidang ahli 12 orang, bidang terampil 40 orang. Kemudian sisanya ada tenaga penunjang lainnya mulai dari tenaga sanitasi lingkungan hingga operator.
Muhsinin meminta panitia seleksi betul-betul profesional agar 718 orang yang diterima di RSUD Labuan dan Cilograng sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
Baca juga: Usai Sholat Idul Fitri, Andra Soni Gelar Open House Lalu Minta Maaf ke Pasien RSUD Banten
"Kalau menurut saya sesuai skill aja, jangan ada sistem kerok (Bingung) karena pelamar dekat dengan si A atau si B yang punya pengaruh," katanya.
Termasuk lanjut Muhsinin, panitia jangan mau di intervensi jika ada yang menitip orang untuk bekerja di RSUD Labuan dan Cilograng.
"Titip menitip boleh saja, tapi panitia harus melihat skill, kalau skillnya sesuai dan bagus ya terima nggak ada masalah," pungkasnya.
RSUD Cilograng
RSUD Labuan
DPRD Banten
DPRD Provinsi Banten
Dinkes Provinsi Banten
nakes
tenaga kesehatan
| Buntut Kasus Dugaan Tolak Pasien BPJS, Kumandang Desak Gubernur Evaluasi dan Pecat Dirut RSUD Labuan |
|
|---|
| Gubernur Banten Instruksikan Dinkes Tangani Kasus RSUD Labuan Diduga Tolak Rawat Pasien BPJS |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Cabang Serang Turun Tangan Investigasi Kasus Pasien BPJS Diduga Ditolak RSUD Labuan |
|
|---|
| Kasus Dugaan Tolak Rawat Pasien BPJS, RSUD Labuan 'Benarkan' Perbedaan Hasil Lab Puskesmas |
|
|---|
| Tanggapan RSUD Labuan Soal Dugaan Tolak Rawat Pasien Tipes Peserta BPJS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/lowongan-kerja-pemprov-banten.jpg)