Tanggapan RSUD Labuan Soal Dugaan Tolak Rawat Pasien Tipes Peserta BPJS
Pasien bernama Suheri disebut sudah mengalami demam tinggi selama empat hari dengan kondisi suhu tubuh yang terus naik turun.
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Wawan Perdana
Laporan Jurnalis Tribun Banten, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan masih belum buka suara terkait dugaan penolakan terhadap pasien penyakit tipes peserta BPJS Penerima Pekerja Upah (PPU).
Saat dikonfirmasi, Plt Sekretaris RSUD Labuan, Tb Lili Nazarudin tidak berbicara banyak mengenai pemberitaan tersebut.
Ia justru menggarahkan jurnalis Tribun Banten untuk menghubungi Humas RSUD Labuan, Ida Komala.
"Mangga Sareng bu ida ya kang (menyebut jurnalis Tribun Banten). Nuhun," tukasnya saat dikonfirmasi TribunBanten.com, Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 pagi, seraya memberikan kontak humas RSUD Labuan.
Namun, Tribun Banten mencoba menanyakan prihal penolakan terdahap pasien penyakit tipes peserta BPJS Penerima Pekerja Upah (PPU), Ida Komala mengaku tengah menunggu arahan.
"Izin bapak (menyebut jurnalis Tribun Banten) saya sedang menunggu arahan (pimpinan RSUD Labuan) yah pak," ujar Humas RSUD Labuan Ida Komala saat dihubungi TribunBanten.com, Sabtu (23/5/2026).
Hingga berita ini diterbitkan, RSUD Labuan masih belum memberikan keterangan.
RSUD Labuan adalah rumah sakit tipe C milik Pemerintah Provinsi Banten.
RSUD ini beralamat di Jalan Raya Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kronologi
Sebagaimana dikabarkan Tribun Banten sebelumnya, seorang peserta BPJS Penerima Pekerja Upah (PPU) mengaku ditolak menjalani rawat inap di RSUD Labuan, Kabupaten Pandeglang, meski hasil pemeriksaan laboratorium dari Puskesmas Saketi menunjukkan pasien mengalami tipes dan disarankan untuk dirawat intensif.
Pasien bernama Suheri disebut sudah mengalami demam tinggi selama empat hari dengan kondisi suhu tubuh yang terus naik turun.
Istri pasien, Siti Nurlaila, mengatakan awalnya sang suami dibawa berobat ke Puskesmas Saketi pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Menurutnya, dokter di Puskesmas Saketi langsung melakukan pemeriksaan laboratorium karena kondisi pasien dinilai mengkhawatirkan.
Baca juga: Dugaan Penolakan Pasien BPJS, Komisi V DPRD Banten akan Panggil dan Tegur RSUD Labuan
“Hasil lab dari Puskesmas Saketi menyatakan tipes suami saya tinggi sampai 640 dan dokter menyarankan harus dirawat,” kata Siti kepada TribunBanten.com, Jumat (22/5/2026).
| Petugas Geruduk Rumah Orang Tua Pasien BPJS Diduga Ditolak Rawat Inap di RSUD Labuan |
|
|---|
| Dugaan Penolakan Pasien BPJS, Komisi V DPRD Banten akan Panggil dan Tegur RSUD Labuan |
|
|---|
| RSUD Labuan Tolak Rawat Peserta BPJS PPU Terkena Penyakit Tipes: Hasil Lab PKM Diharuskan Dirawat |
|
|---|
| DPRD Minta ASN Pemprov Banten Tingkatkan Kinerja: Wajib Setara Pegawai Swasta |
|
|---|
| Hantavirus Terdeteksi di Banten, Dinkes Perketat Pengawasan Bandara dan Pelabuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/RSUD-Labuan-Pandeglang-Banten.jpg)