Gubernur Banten Instruksikan Dinkes Tangani Kasus RSUD Labuan Diduga Tolak Rawat Pasien BPJS
Gubernur Banten, Andra Soni bereaksi atas kasus dugaan penolakan rawat inap pasien BPJS Kesehatan penderita sakit tipes oleh RSUD Labuan.
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Abdul Rosid
Laporan Jurnalis Tribun Banten, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM - Gubernur Banten, Andra Soni bereaksi atas kasus dugaan penolakan rawat inap pasien BPJS Kesehatan penderita sakit tipes oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan.
Pasien diketahui bernama Suheri, warga Saketi, Kabupaten Pandeglang. Pasien yang menderita tipes diduga ditolak saat hendak menjalani perawatan di RSUD Labuan pada Kamis (21/5/2026).
Kedatangan pasien ke RSUD Labuan merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan laboratorium di Puskesmas Saketi.
Baca juga: BPJS Kesehatan Cabang Serang Turun Tangan Investigasi Kasus Pasien BPJS Diduga Ditolak RSUD Labuan
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, pasien disarankan menjalani penanganan lanjutan karena kondisinya dinilai mengkhawatirkan.
Namun, pihak Puskesmas Saketi tidak dapat melakukan rawat inap lantaran ruang perawatan penuh.
Sehingga pihak puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke RS Aulia atau RSUD Labuan.
Andra Soni menegaskan akan menindaklanjuti kasus yang dialami peserta BPJS PPU dengan memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
Baca juga: Kasus Dugaan Tolak Rawat Pasien BPJS, RSUD Labuan Benarkan Perbedaan Hasil Lab Puskesmas
"Saya langsung (instruksi) ke dinas (kesehatan) ya," ujar Andra Soni saat ditanyai TribunBanten.com usai acara pengukuhan Forum Tanggung Jawab Sosial Kemitraan dan Bina Lingkungan Perusahaan (TJSKBLP) atau Forum CSR di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (25/5/2026), lalu bergegas menuju ruang kerjanya.
Kronologi Kejadian
Suheri disebut sudah mengalami demam tinggi selama empat hari dengan kondisi suhu tubuh yang terus naik turun.
Istri pasien, Siti Nurlaila, mengatakan awalnya sang suami dibawa berobat ke Puskesmas Saketi pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Menurutnya, dokter di Puskesmas Saketi langsung melakukan pemeriksaan laboratorium karena kondisi pasien dinilai mengkhawatirkan.
“Hasil lab dari Puskesmas Saketi menyatakan tipes suami saya tinggi sampai 640 dan dokter menyarankan harus dirawat,” kata Siti kepada TribunBanten.com, Jumat (22/5/2026).
Namun, lanjut dia, Suheri tidak bisa menjalani rawat inap di Puskesmas Saketi lantaran seluruh ruang perawatan sedang penuh.
| BPJS Kesehatan Cabang Serang Turun Tangan Investigasi Kasus Pasien BPJS Diduga Ditolak RSUD Labuan |
|
|---|
| Kasus Dugaan Tolak Rawat Pasien BPJS, RSUD Labuan 'Benarkan' Perbedaan Hasil Lab Puskesmas |
|
|---|
| Tanggapan RSUD Labuan Soal Dugaan Tolak Rawat Pasien Tipes Peserta BPJS |
|
|---|
| Petugas Geruduk Rumah Orang Tua Pasien BPJS Diduga Ditolak Rawat Inap di RSUD Labuan |
|
|---|
| Dugaan Penolakan Pasien BPJS, Komisi V DPRD Banten akan Panggil dan Tegur RSUD Labuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Gubernur-Banten-Andra-Soni-bereaksi-atas-kasus-dugaa.jpg)