3 Contoh Pidato Hari Kartini 21 April 2025, Memperingati Hari Lahirnya Perempuan Hebat

Menjelang peringatan Hari Kartini 21 April 2025, berikut ini kumpulan pidato yang bisa dibawakan saat upacara.

Tayang:
Editor: Vega Dhini
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
HARI KARTINI- Apel bersama yang diikuti Wanita TNI, Polwan, dan Segenap Komponen Bangsa Wilayah Garnisun I/Jakarta untuk mempringati hari Kartini di Monumen Nasional, Gambir Jakarta Pusat, Senin (22/4/2013). Berikut ini kumpulan contoh pidato Hari Kartini 21 April 2025 yang cocok untuk upacara peringatan Hari Kartini. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

Sosok wanita hebat pejuang kemerdekaan bagi kaum wanita yang ada di Indonesia. Dulu, semuanya berpikir bahwasannya wanita lahir itu hanya untuk direndahkan dan hanya sebagai pemuas nafsu belaka bagi para kaum laki-laki.

Namun, pemikiran itu runtuh dan dilawan sungguh-sungguh oleh wanita yang lahir di Jepara ini.

Bahwasannya, sebagai manusia, baik itu laki-laki maupun wanita semuanya memiliki derajat maupun status sosial yang sama.

Tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah, semuanya sama, semuanya seimbang, semuanya sama-sama membutuhkan.

Laki-laki butuh wanita, sedangkan wanita juga butuh laki-laki. Jadi, kenapa harus ada perbedaan status sosial?

Itulah, inti merah pemikiran merdeka dari sosok wanita yang suka berpakaian batik ini.

Beliau yang sungguh peduli akan nasib para wanita pribumi yang pada kala itu status sosialnya sangat rendah sekali.

Hadirnya yang kerap sekali disepelekan yang hanya dijadikan sebagai obyek pemuas laki-laki semata.

Benih-benih itu muncul, ketika wanita Jepara ini mulai menulis dari selembar surat hingga puluhan surat yang ditulisnya, semata-mata untuk menuangkan keluh kesahnya akan nasib wanita pribumi.

Dimana surat-surat itu akan selalu dikenang sepanjang masa oleh para penerusnya.

Habis gelap terbitlah terang memang benar adanya, hasil buah pemikiran-pemikiran Kartini dimasa gelap tersampaikan kepada para generasi-generasi dimasa yang benderang ini.

Perjuangannya mampu menginspirasi banyak kaum wanita pribumi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama-sama sampai hari ini.

Sekian pidato yang bisa saya bawakan pada kesempatan perayaan hari Kartini ini, jika ada kesalahan kata maupun kesalahan yang saya buat.

Mohon untuk dimaafkan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

(Tribunnewscom/Pondra Puger Tetuko)

Diolah dari artikel Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved