Respons Mahfud MD soal Tindakan UGM Tak Perlihatkan Ijazah dan Skripsi Jokowi saat Didemo Massa

Mantan Menko Polhukam sekaligus alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Mahfud MD mengomentari soal adanya desakan sekelompok orang agar UGM memperlihat

Editor: Ahmad Tajudin
Tribunnews.com/Gita Irawan
POLEMIK RUU TNI - Mantan Menko Polhukam sekaligus alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Mahfud MD mengomentari soal adanya desakan sekelompok orang agar UGM memperlihatkan ijazah dan skripsi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNBANTEN.COM - Polemik soal tuduhan terkait ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih ramai hingga saat ini.

Bahkan yang terbaru, Jokowi telah melaporkan sejumlah pihak atas tuduhan tersebut.

Belum lama ini, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) bahkan menjadi sasaran sejumlah massa untuk mengungkap keaslian ijazah dan skripsi Jokowi.

Hal itu membuat mantan Menko Polhukam sekaligus alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Mahfud MD turut memberikan respons soal adanya desakan sekelompok orang agar UGM memperlihatkan ijazah dan skripsi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Polemik Soal Tuduhan Ijazah Palsu, Jokowi Laporkan Lima Terduga Pelaku

Diketahui, saat itu meski didemo ratusan orang yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi, UGM tetap tegas menolak permintaan mereka.

Menurut Mahfud tindakan yang dilakukan UGM sudah tepat, dengan menolak permintaan mereka.

Karena jika UGM menuruti tuntutan pendemo tersebut, maka akan banyak orang atau pihak-pihak yang ikut datang ke UGM untuk minta diperlihatkan ijazah atau skripsi Jokowi.

"Lembaga hukum perdata privat, kelompok orang datang ke UGM memaksa, 'saya minta lihat ijazahnya Pak Jokowi' enggak bisa."

"Kalau begitu setiap orang bisa datang ke sana, minta melihat ijazahnya," kata Mahfud dalam tayangan video yang diunggah di kanal YouTube resmi Mahfud MD, Sabtu (3/5/2025).

Lebih lanjut Mahfud menegaskan, UGM bisa terlibat dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi ini, tapi jika dipanggil di pengadilan.

Namun ketika hanya sekelompok orang atau pihak tertentu saja yang menuntut untuk diperlihatkan ijazah Jokowi, maka UGM berhak menolak.

Baca juga: Potret Jokowi Datangi Polda Metro Jaya untuk Laporkan Sejumlah Pihak, Buntut Tudingan Ijazah Palsu

 "UGM boleh hadir dipanggil di pengadilan, kalau cuma didatangi orang, 'saya minta ijazahnya saya minta skripsinya' untuk apa."

"Kalau saya enggak boleh. Sudah benar itu UGM," tegas Mahfud.

UGM Tegaskan Jokowi Alumni UGM, Lulusan Tahun 1985

Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro menegaskan bahwa benar Jokowi adalah alumni UGM yang lulus dari Fakultas Kehutanan pada 5 November 1985.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved