Diduga Ada Miskom, Ormas Banten Minta Maaf Soal Insiden di Pasar Induk Kramat Jati, Pelaku Ditangkap

Aksi premanisme terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (10/5/2025) oleh anggota Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Bante

Editor: Ahmad Tajudin
HO/Polda Metro Jaya via Tribunnews.com
KASUS INTIMIDASI - Resmob Polda Metro Jaya berhasil mengamankan pria yang mengintimidasi purnawirawan Polri di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Pelaku berinisial PP (45) ditangkap di kontrakannya hari ini Rabu (14/5/2025) dini hari. 

TRIBUNBANTEN.COM - Aksi premanisme terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur pada Sabtu (10/5/2025) malam.

Aksi tersebut dilakukan oleh seorang oknum organisasi masyarakat (ormas) salah satu anggota dari Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten berinisial PP (44).

PP diduga melakukan aksi pengancaman terhadap Kepala Keamanan Pasar Induk Kramat Jati, Iptu (Purn) Teguh.

Peristiwa ini bahkan sempat viral di media sosial (medsos).

Saat ini, pelaku telah diamankan oleh petugas Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka di Kasus Pemalakan Minta Jatah Proyek Rp5 T di Cilegon, Ini Peran Tiga Pelaku

Ormas Minta Maaf

Atas insiden itu, Ketua Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Unit Pasar Induk, Rapiudin meminta maaf atas insiden yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kami meminta maaf kepada Pak Teguh Kepala Sekuriti Pasar Induk Kramat Jati, atas peristiwa yang tidak mengenakkan tersebut," kata Rapiudin dalam keterangannya yang dikutip dari Tribunnews.com.

Rapiudin menjelaskan, dalam insiden itu, ada masalah miskomunikasi yang terjadi.

Sebab, sehari sebelum insiden tersebut, pihaknya menemui pengelola Pasar Induk untuk menyampaikan usulan para anggotanya yang notabene pedagang kaki lima, agar bisa beroperasi mulai pukul 17.00 - 05.00 WIB pagi.

Dalam pertemuan itu kata Rapiudin, pihak pengelola belum memberikan keputusan karena masih harus merapatkannya.

Setelah pertemuan, pengurus BPPKB Banten menemui Teguh dan beberapa sekuriti lain untuk membicarakan hal yang sama. 

"Info yang didapat Pak Teguh sudah menyatakan akan membantu untuk bagaimana pedagang kaki lima bisa berdagang," jelasnya.

Tak lama berselang terjadi insiden PP marah-marah kepada Teguh.

Baca juga: Polda Banten Tetapkan 3 Tersangka Pemalakan Proyek Rp5 T, Ada Ketua Kadin Hingga Ketua HNSI Cilegon

PP diduga mendapat informasi yang tidak akurat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved