Begini Penjelasan Kepsek Dini Fitria Usai Berdamai Dengan Orang Tua Siswa

Dini Fitria kembali menjabat Kepsek SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, usai dinonaktifkan oleh Gubernur Banten, Andra Soni. 

Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Misbahudin
Dini Fitria (kanan) kembali menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, usai dinonaktifkan oleh Gubernur Banten, Andra Soni. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dini Fitria kembali menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, usai dinonaktifkan oleh Gubernur Banten, Andra Soni. 

Keputusan ini diambil, setelah proses mediasi dan perdamaian antara kedua belah pihak antara orang tua siswa dengan Dini Fitria

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menonaktifkan Dini Fitria, pasca kejadian kekerasan fisik terhadap salah satu siswa. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Orang Tua Siswa dan Kepsek SMAN 1 Cimarga Resmi Berdamai

"Alhamdulillah kalau sudah saling memaafkan, tinggal kita memulai kehidupan yang baru," ujar Dini Fitria, usai menggelar musyawarah bersama orang tua siswa, di SMA Negeri 1 Cimarga, Kamis (14/10/2025). 

Dini mengaku khawatir, teguran dianggap memalukan. 

"Jujur saya was-was, ke depan apa yang akan terjadi kepada diri saya. Saya adalah putri Ibu Pertiwi, yang peduli terhadap generasi penerus bangsa," ujarnya. 

Menurut Dini, pendidik karakter harus tetap ditegakkan. 

"Andaipun saya bukan siapa-siapa, bukan PNS sekalipun, saya akan tetap menjadi putri Ibu Pertiwi yang berjuang untuk pemuda bangsa. Dengan kapasitas yang saya miliki," ujarnya. 

Dini juga sangat setuju dengan adanya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). 

Sehingga ada pengarahan untuk para pendidik, mana batasan menegur dan mana batasan mempermalukan.

"Jangan sampai kami menjadi ketakutan. Para murid gondrong kita khawatir, kalau dipotong disekolah takut kena bullying. Jadi kita serba ketakutan pendidikan ini," katanya. 

Menurut Dini, tindakan yang dilakukan beberapa hari lalu, merupakan bentuk kasih sayang kepada para murid.

"Itu bukan kebencian, tapi kasih sayang saya kepada murid. Itu reflek sebetulnya," ujarnya. 

Seperti pepatah 'tidak ngampung walau disanjung, tidak terjatuh walaupun diruntuhkan'. Saya akan jadi diri saya sendiri, walaupun saya support terhadap yang terjadi." 

Baca juga: Kasus Dugaan Kekerasan di SMAN 1 Cimarga Berakhir Damai, Laporan di Polres Lebak Akan Segera Dicabut

"Tidak juga bersorak kepada pihak yang menyudutkan murid-murid," sambungnya. 

Tak hanya itu, Dini juga meminta perlindungan terhadap persoalan yang terjadi. 

"Jujur saya was-was takut dengan perbuatan saya, saya takut dilaporkan, ini khawatir saya. 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved