Mathla'ul Anwar Luncurkan Program Sertifikasi 1.000 Dai, Hadirkan Islam Rahmat Bagi Seluruh Alam
Program yang diinisiasi bidang dakwah PBMA ini menjadi langkah strategis organisasi dalam memperkuat kualitas, integritas, serta standar etik
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Wawan Perdana
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) resmi meluncurkan Program Sertifikasi 1.000 Dai Mathla’ul Anwar.
Peluncuran program tersebut digelar di aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, yang berlokasi di Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, Selasa (10/2/2026).
Program yang diinisiasi bidang dakwah PBMA ini menjadi langkah strategis organisasi dalam memperkuat kualitas, integritas, serta standar etik para pendakwah Mathla’ul Anwar di seluruh Indonesia.
Mathla'ul Anwar adalah salah satu organisasi kemasyarakatan Islam tertua di Indonesia yang didirikan pada 10 Juli 1916 di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, oleh tokoh KH Mas Abdurrahman.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh :
- Ketua Umum PBMA KH Embay Mulya Syarief,
- Ketua Bidang Dakwah PBMA KH Hasani Ahmad Said,
- Ketua Dewan Fatwa PBMA Prof. Syibli Sarjaya,
- Direktur Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar (BRIMMA) Asep Rohmatullah,
- Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten KH Amrullah,
- serta sejumlah tokoh Mathla’ul Anwar lainnya, termasuk KH Jazuli Juwaini.
Menjadi Jembatan Persatuan
Pada gelombang pertama, sebanyak 150 da’i mengikuti proses sertifikasi.
Para peserta mendapatkan pembekalan intensif selama satu hari penuh, meliputi penguatan manhaj dakwah, etika komunikasi publik, moderasi beragama, hingga wawasan kebangsaan.
Ketua Bidang Dakwah PBMA, KH Hasani Ahmad Said menjelaskan program ini secara khusus mengusung konsep Da’i Rahmatan Lil ‘Alamin.
"Kami menamai program ini dengan semangat Da’i Rahmatan Lil ‘Alamin karena dakwah Mathla’ul Anwar harus menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam," ucapnya.
"Dakwah bukan untuk memecah belah, bukan untuk menebar kebencian, tetapi untuk menebarkan kasih sayang, kedamaian, dan solusi atas problem umat," ujar Hasani.
Menurutnya, pendakwah Mathla’ul Anwar harus mampu menjadi jembatan persatuan dan penguat harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang majemuk.
"Da’i Mathla’ul Anwar harus menjadi penyejuk, bukan pemicu konflik. Harus menjadi pengayom, bukan provokator. Inilah makna rahmatan lil ‘alamin yang ingin kita tegaskan melalui program sertifikasi ini," jelasnya.
Hasani menambahkan peserta yang dinyatakan lulus ujian akhir akan memperoleh pengakuan resmi berupa gelar non-akademik.
"Peserta yang lolos ujian akhir akan mendapatkan gelar non-akademik Certificate Da’i Mathla’ul Anwar atau disingkat C.DAIMA," ujar Hasani.
Baca juga: BAZNAS Banten Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Ramadan 1447 H/2026 Sebesar Rp 40-50 Ribu
| Hasil Muktamar XXI Mathla’ul Anwar di Kota Serang Digugat, Diduga Cacat Prosedur |
|
|---|
| Profil Jazuli Juwaini, Anggota DPR RI Lima Periode, Jadi Ketum PB Mathla'ul Anwar periode 2026–2031 |
|
|---|
| Jazuli Juwaini Pimpin PB Mathla'ul Anwar 2026-2031, Gantikan KH Embay Mulya Syarief |
|
|---|
| Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Digelar di Serang, Dihadiri Menteri Agama hingga Tokoh Nasional |
|
|---|
| Muktamar XXI Mathla’ul Anwar: Pendaftaran Calon Ketua Umum Dibuka Sampai 10 April |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Kh-Embay-Sertifikasi-Dai.jpg)