Data BPS: Angka Pengangguran di Banten pada Triwulan Pertama 2026 Tembus 411 Ribu Orang
Pengangguran di Banten pada triwulan pertama 2026 masih mencapai 411 ribu orang meski ekonomi tumbuh 5,64 persen.
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Abdul Rosid
Laporan TribunBanten.com, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan pertama 2026 tercatat positif. Namun, di balik capaian tersebut, angka pengangguran masih menjadi perhatian serius.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, jumlah pengangguran pada Februari 2026 masih mencapai sekitar 411 ribu orang, meskipun secara persentase mengalami penurunan.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Yusniar Juliana di Kantor BPS Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Tak Ada Juknis dari Bapenda Banten, Penagihan Pajak Kendaraan Door to Door di Kota Serang Mandek
Kepala BPS Banten, Yusniar Juliana, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,64 persen secara tahunan (year-on-year), sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 5,61 persen.
Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Banten juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,01 persen dibandingkan triwulan IV 2025.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten tercatat mencapai Rp247,20 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp144,96 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Struktur ekonomi Banten masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi 30,02 persen, disusul sektor perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan.
Keempat sektor tersebut menyumbang lebih dari 70 persen terhadap perekonomian daerah.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen secara tahunan. Kinerja ini didorong oleh musim panen dan peningkatan aktivitas produksi.
Selain itu, sektor berbasis mobilitas masyarakat juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29 persen, sementara transportasi dan pergudangan meningkat 13,84 persen. Sektor jasa pendidikan turut tumbuh sebesar 5,58 persen.
Secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi faktor musiman. Sektor pertanian tumbuh 27,53 persen, diikuti akomodasi dan makan minum 8,95 persen, jasa keuangan 5,48 persen, serta transportasi dan pergudangan 4,27 persen.
Di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,59 persen, turun 0,05 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah penduduk bekerja mencapai 5,83 juta orang atau meningkat sekitar 26,02 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor pertanian dengan tambahan sekitar 99 ribu pekerja.
Meski demikian, kualitas pekerjaan masih menjadi tantangan. Proporsi pekerja formal tercatat sebesar 52,19 persen, menurun sekitar 1,18 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan sebagian tenaga kerja masih terserap di sektor informal.
| Polda Banten Bongkar 6 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, 8 Tersangka Diamankan |
|
|---|
| Jadwal Gubernur Banten Hari Ini, Selasa 5 Mei 2026 : Menanam hingga Terima Kunjungan Wamenag |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling di Tangerang Raya Hari ini, Selasa 5 Mei 2026 : Cek Lokasinya |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini, Selasa 5 Mei 2026: Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak-Pandeglang |
|
|---|
| Ribuan Santri Tumpah Ruah di Banten Lama, Jalan Sarungan Jadi Magnet Pesantren Fest 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-menara-banten-dan-seorang-pengangguran.jpg)