Kasus HIV di Kabupaten Serang Capai 115, Tertinggi Ditemukan di Kramatwatu, Ini Daftar Sebarannya
Sepanjang Januari-Agustus 2025, Dinkes Kabupaten Serang mencatat 115 kasus HIV/AIDS. Kasus tertinggi ditemukan di Kecamatan Kramatwatu
Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Serang sepanjang tahun 2025 mencapai 115 kasus. Kecamatan Kramatwatu menjadi wilayah dengan angka temuan tertinggi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, kasus terbanyak tercatat di RSUD Drajat Prawiranegara dengan 33 kasus.
Sementara untuk tingkat kecamatan, Kramatwatu menempati urutan pertama dengan 13 kasus.
Baca juga: Apakah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 Libur? Ini Daftar Tanggal Merah
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Serang, Istianah Hariyanti, menjelaskan tingginya kasus HIV/AIDS tidak lepas dari stigma masyarakat yang masih negatif terhadap pengidap penyakit tersebut.
Menurutnya, ada dua kemungkinan mengapa kasus banyak ditemukan di suatu wilayah. Pertama, karena layanan kesehatan di wilayah tersebut cukup baik sehingga menjadi pilihan pasien.
Kedua, karena penderita HIV memilih memeriksakan diri jauh dari tempat tinggalnya untuk menghindari stigma.
"Misalnya, orang Ciruas memilih periksa di Kramatwatu, atau warga Kramatwatu justru ke Kragilan. Jadi, banyaknya kasus di suatu kecamatan belum tentu berasal dari penduduk setempat," kata Istianah kepada TribunBanten.com, Senin (29/9/2025).
Dikatakan Istianah, pihaknya melakukan pendataan tersebut berdasarkan faskes bukan sesuai alamat domisili.
"Jadi kalau kita hitung data berdasarkan faskes yang melakukan pemeriksaan, bukan karena berdasarkan KTP karena memang orang bebas memilih berobat kemana saja apalagi HIV itu stigma diskriminasi masih tinggi," ujarnya.
Didominasi Lelaki Seks Lelaki (LSL)
Dari total 115 kasus HIV/AIDS di Serang, sebanyak 63 kasus disebabkan oleh perilaku seksual berisiko pada kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL).
"Paling tinggi kasus HIV itu akibat lelaki seks lelaki, jadi perilaku itu beresiko tinggi terhadap penularannya," ujarnya.
Kemudian, kata Istianah, akibat umum atau tidak diketahui ada 21 kasus, ibu hamil 9, pasien tuberkulosis atau TB 6, pasangan resiko tinggi atau Risti 5.
Selanjutnya, akibat pasangan ODHV atau pasangan di mana salah satu atau kedua individu adalah Orang dengan HIV/AIDS 4, waria 2, pasangan Infeksi Menular Seksual atau IMS 2, pelanggan PS 2, dan calon pengantin 1 kasus.
| Dump Truk Tanah dan Pasir Ditertibkan di Jawilan Serang, Sopir Dilarang Parkir Sembarangan |
|
|---|
| Kisah Ibu Nining, Tinggal Menumpang Usai Rumah Roboh Kini Dapat Bantuan RTLH dari Pemkab Serang |
|
|---|
| SPPG Carenang-Pamanuk Serang Pastikan Makanan MBG Aman, Bersih, dan Bergizi |
|
|---|
| Pajero Sport Tabrak 4 Pejalan Kaki di Cikeusal Serang, Sopir Hindari Motor Belok Mendadak |
|
|---|
| Bupati Serang Salurkan Bantuan Rp1,1 Miliar ke Korban Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ilustrasi-1-HIVAIDS.jpg)