Pemprov Banten dan PATTIRO Tanam 19 Ribu Pohon di Lahan Bekas Tambang Serang

Pemprov Banten bersama PATTIRO dan ratusan pihak menanam 19.089 pohon di lahan eks tambang Serang.

Tayang:
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Muhammad Rifky
Pemprov Banten bersama PATTIRO dan ratusan pihak menanam 19.089 pohon di lahan eks tambang Serang. Upaya pemulihan lingkungan ini dilakukan dalam rangka HMPI dan BMN 2025. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG – Sebanyak 19.089 bibit pohon ditanam di area Brigif TP 87/Salakanagara, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, sebagai upaya menghadirkan ruang hidup baru di lahan eks tambang galian C.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), berkolaborasi dengan industri, kelompok masyarakat, TNI, PATTIRO, serta berbagai organisasi dan lembaga lainnya, menjadi penanda bahwa lahan yang sebelumnya rusak kini mulai dipulihkan secara kolektif.

Aksi ini digelar dalam momentum Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon (BMN) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2025.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Banten Besok, 12 Desember 2025: Cek Prediksi Hujan di Tangerang hingga Serang

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Pangdam III/Siliwangi, Forkopimda, TNI–Polri, akademisi, perusahaan, BUMN/BUMD, kelompok tani hutan, hingga para pelajar.

Andra menyampaikan bahwa gerakan menanam pohon adalah kerja kolektif yang harus terus berlangsung.

“Ini adalah gerakan bersama. Seluruh unsur masyarakat harus terlibat. Lokasi ini dipilih karena pernah menjadi lahan tambang. Lahan yang rusak harus dipulihkan,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Ia menilai keberadaan lahan kritis di Banten, terutama di wilayah Lebak dan Pandeglang, menjadi sinyal penting agar seluruh pihak bergerak bersama.

“Kolaborasi adalah kunci. Tambang ilegal, pembalakan hutan, semuanya menjadi tantangan berat. Tapi kita harus hadapi bersama,” tegas Andra.

Andra juga menyoroti pentingnya sinergi satuan tugas sesuai kewenangan, serta penegakan aturan lingkungan.

Pada kesempatan itu, ia meluncurkan BANG KALIANDRA (Pembangunan Gerakan Kelola Lingkungan Daerah Sejahtera), sebuah identitas gerakan daerah untuk mendorong masyarakat mencatat aktivitas lingkungan seperti menanam pohon, membuat biopori, memilah sampah, memelihara DAS, dan kegiatan konservasi lainnya.

HMPI 2025 di Banten diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni menanam pohon, melainkan simbol bahwa alam yang rusak dapat diperbaiki melalui langkah bersama.

Dari lahan bekas tambang yang mulai menghijau hingga komitmen kolaborasi dengan industri, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi arah kebijakan lingkungan di Banten.

“Menanam untuk masa depan berkelanjutan,” ucap Andra.

Ketua HMPI 2025 sekaligus Kepala DLHK Banten, Wawan Gunawan, melaporkan bahwa tahun ini ditanam sebanyak 19.089 pohon, terdiri atas 15.115 pohon kayu-kayuan dan 3.974 pohon buah-buahan (MPTS).

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved