1.245 Jamaah Haji Kabupaten Serang Siap Berangkat 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Kepala Seksi PHU Kementerian Agama Kabupaten Serang, Abdul Hakim, menyampaikan persiapan dan jadwal pemberangkatan haji tahun 2026

Penulis: Muhammad Uqel Assathir | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir
JAMAAH HAJI - Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Serang, Abdul Hakim saat diwawancarai TribunBanten.com di ruang kerjanya di kantor Kemenag Kabupaten Serang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Serang, Abdul Hakim, menyampaikan persiapan dan jadwal pemberangkatan haji tahun 2026.

Ia mengatakan seluruh proses administrasi saat ini tengah memasuki tahap finalisasi.

“Sebanyak 1.245 jamaah sudah kami ajukan visanya dan saat ini tinggal menunggu konfirmasi dari Arab Saudi. Apakah ada yang bermasalah atau tidak, kita masih menunggu finalisasinya,” ucapnya, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan terdapat 12 jamaah yang mengalami penundaan keberangkatan. Awalnya tercatat 11 orang, namun bertambah satu orang karena adanya jamaah yang meninggal dunia setelah melunasi biaya haji.

Baca juga: PCNU Nilai Gagasan Ahmad Muhibbin Hidupkan Identitas Serang yang Berakar Budaya

“Untuk sementara ada 12 orang jamaah yang tunda berangkat. Namun jumlah ini bisa saja berubah, karena biasanya ada faktor kesehatan atau kondisi lainnya,” jelasnya.

Hakim menuturkan, pada penyelenggaraan haji tahun 2026 terdapat sejumlah perubahan sistem dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertama, tidak ada lagi perubahan manifest setelah penetapan. Permohonan visa telah dilakukan sebelum bulan Ramadan dan hanya dapat diajukan satu kali.

Kedua, terkait pembayaran dam (denda ibadah haji), khususnya bagi jamaah haji Tamattu. Dari total 1.245 jamaah Kabupaten Serang, sebanyak 99 persen merupakan jamaah haji Tamattu, sementara hanya dua orang yang melaksanakan haji Ifrad.

“Untuk tahun ini, pembayaran dam sudah harus terakomodasi sejak awal. Pengelolaannya dilakukan oleh pihak Arab Saudi melalui lembaga resmi,” jelasnya.

Selain itu, sistem syarikah (perusahaan layanan haji di Arab Saudi) juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya dalam satu embarkasi terdapat delapan syarikah, kini satu embarkasi hanya dilayani oleh satu syarikah.

Dengan sistem baru ini, diharapkan tidak ada lagi pemisahan hotel dalam satu kloter seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tahun sebelumnya satu kloter bisa terbagi di tiga sampai empat hotel, sekarang insya Allah satu kloter satu hotel,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Hakim mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental.

“Jaga kesehatan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit agar rutin mengonsumsi obat dan mengikuti pendampingan. Persiapkan diri, hati, dan niat untuk menjalankan ibadah haji 2026 dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved