Harga Obat Berpotensi Naik, RSUD Tigaraksa Jamin Layanan BPJS Tetap Normal

RSUD Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan tetap berjalan normal meski harga obat naik.

Tayang:
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Ade Feri
HARGA OBAT - Potret gedung RSUD Tigaraksa, Kamis (11/6/2026). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan tetap berjalan normal meski sejumlah obat berpotensi mengalami kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 

"Proses pembelanjaan obat tahun 2026 hampir selesai semua. Tinggal sekitar 20 persen lagi yang belum dibelanjakan," ucapnya.

Meski demikian, pihaknya telah menerima informasi dari sejumlah distributor mengenai kemungkinan kenaikan harga beberapa jenis obat yang menggunakan bahan baku impor.

Menurut Faridzi, pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga obat karena sebagian bahan bakunya masih didatangkan dari luar negeri.

Namun hingga saat ini, rumah sakit belum menerima rincian resmi terkait besaran kenaikan harga pada masing-masing jenis obat.

Faridzi memastikan, apabila penyesuaian harga benar-benar terjadi, RSUD Tigaraksa akan tetap mengutamakan pengadaan obat demi menjamin pelayanan kepada pasien.

"Kami tetap harus membeli obat, berapa pun harganya. Yang mungkin dilakukan adalah efisiensi pada belanja-belanja non-esensial agar kebutuhan pelayanan tetap terpenuhi," tuturnya.

Ia menegaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya peserta BPJS Kesehatan, akan tetap menjadi prioritas dan tidak terganggu oleh potensi kenaikan harga obat tersebut.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved