Harga Obat Berpotensi Naik, RSUD Tigaraksa Jamin Layanan BPJS Tetap Normal
RSUD Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan tetap berjalan normal meski harga obat naik.
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
"Proses pembelanjaan obat tahun 2026 hampir selesai semua. Tinggal sekitar 20 persen lagi yang belum dibelanjakan," ucapnya.
Meski demikian, pihaknya telah menerima informasi dari sejumlah distributor mengenai kemungkinan kenaikan harga beberapa jenis obat yang menggunakan bahan baku impor.
Menurut Faridzi, pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga obat karena sebagian bahan bakunya masih didatangkan dari luar negeri.
Namun hingga saat ini, rumah sakit belum menerima rincian resmi terkait besaran kenaikan harga pada masing-masing jenis obat.
Faridzi memastikan, apabila penyesuaian harga benar-benar terjadi, RSUD Tigaraksa akan tetap mengutamakan pengadaan obat demi menjamin pelayanan kepada pasien.
"Kami tetap harus membeli obat, berapa pun harganya. Yang mungkin dilakukan adalah efisiensi pada belanja-belanja non-esensial agar kebutuhan pelayanan tetap terpenuhi," tuturnya.
Ia menegaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya peserta BPJS Kesehatan, akan tetap menjadi prioritas dan tidak terganggu oleh potensi kenaikan harga obat tersebut.
| Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Tangerang Diprediksi Naik hingga 20 Persen |
|
|---|
| 62 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berhenti Beroperasi, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Tak Terima Ditegur, Kelompok Matel Diduga Aniaya Dua Advokat di Curug Tangerang |
|
|---|
| Dana Operasional Belum Cair, Puluhan Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Tak Beroperasi |
|
|---|
| Jumlah Murid SD Korban Oknum Guru Pramuka Cabul Bertambah jadi 12 Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Potret-gedung-RSUD-Tigaraksa-Kamis-1162026.jpg)