Tramadol dan Exsimer Obat Apa? KH Embay Mulya Syarif Minta BNN Banten Tindak Tegas Peredarannya
Obat keras ini disalahgunakan dan diduga telah menyasar pelajar tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa di wilayah Banten.
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Wawan Perdana
Tramadol dikutip dari bnn.go.id, merupakan yang dapat digolongkan sebagai narkotika, karena obat ini termasuk dalam kelas obat agonis opioid.
Obat ini biasanya diresepkan dokter sebagai analgesik atau pereda nyeri. adapun cara kerjanya adalah dengan mengubah respons otak dalam merasakan sakit. Perlu diketahui bahwa tubuh manusia menghasilkan sejenis opioid yang disebut endorfin.
Zat tersebut dihasilkan oleh otak, yang berikatan dengan reseptor atau bagian sel yang menerima zat tertentu. Reseptor tersebut kemudian mengurangi sinyal rasa sakit yang dikirim tubuh ke otak. Nah, cara kerja obat tramadol bisa dibilang mirip seperti endorfin.
Efek samping dari penyalahgunaan tramadol sangat beragam, mulai dari mual, pusing, mengantuk, hingga depresi pernapasan yang berpotensi fatal.
Tentunya, hal tersebut akan sangat sulit dilakukan oleh diri sendiri. Jadi, ada baiknya menghubungi dokter atau mendaftar bantuan program perawatan kecanduan (rehabilitasi) atau lembaga kesehatan lain yang dapat membantu proses pemulihan, agar aman dan tentunya berhasil.
Dampak buruk dari kecanduan tramadol :
- Seseorang yang kecanduan dengan obat tramadol biasanya akan memilki ketergantungan fisik yang berbahaya.
- Pecandu cenderung akan terus menerus mengonsumsi obat tersebut untuk menghilangkan rasa nyeri dan sakit yang diderita.
- Penggunaan tramadol selain bikin kecanduan biasanya juga akan menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, sembelit, pusing, rasa kantuk dan sakit kepala yang bisa terjadi kapan saja selama Anda masih mengonsumsi obat-obatan tersebut.
- Lalu hal yang paling parahnya, kecanduan tramadol bisa menyebabkan kematian dan penurunan fungsi otak.
Exsimer
Dikutip dari instagram @infobnn_kota_cilegon, dijelaskan Exsimer atau ECI (chloropromazine) adalah obat yang dijenal sebagai golongan antipsikotik fenotiazin, di mana obat ini bekerja untuk mengatasi gangguan mental.
Cara kerja exsimer adalah dengan cara menghambat dopamine atau reseptor kimia pada otak.
Dengan menghambat reseptor kimia ini, maka gangguan mental yang terjadi pada pasien dapat dikendalikan sesuai dengan jenis gejala yang dialami.
Exsimer juga dapat bekerja untuk membantu berbagai keluhan lain seperti cegukan kronis, mual, muntah serta kondisi lain yang dapat dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk dapat mendeskripsikan manfaatnya secara luas.
Obat ini juga dapat memicu efek samping overdosis mulai dari cemas, tekanan darah rendah, kejang-kejang, koma dan gangguan irama jantung.
| Jazuli Juwaini Pimpin PB Mathla'ul Anwar 2026-2031, Gantikan KH Embay Mulya Syarief |
|
|---|
| Cahaya dari Menes, Pujian Menag Nasaruddin Umar untuk Peran Mathla’ul Anwar Dalam Sejarah Indonesia |
|
|---|
| Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Digelar di Serang, Dihadiri Menteri Agama hingga Tokoh Nasional |
|
|---|
| BNN Banten Dorong Pemkot Serang Buat Perda Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba |
|
|---|
| Warga Kebantenan Tangsel Gerebek Toko Diduga Jual Tramadol, Polisi dan BNN Diminta Turun Tangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ketua-FMUATM-Banten-KH-Embay-Mulya-Syarief.jpg)