Pj Wali Kota Serang Berharap Tak Ada PSU di Pilkada 2024

Penjabat (Pj) Wali Kota Serang, Nanang Saefudin berharap, gelaran Pilkada 2024 di Kota Serang tidak lagi terjadi pemungutan suara ulang (PSU).

Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Ade Feri/TribunBanten.com
Pj Wali Kota Serang bersama jajaran Komisioner KPU berkoordinasi dalam pelaksanaan Pilkada 2024. 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Penjabat (Pj) Wali Kota Serang, Nanang Saefudin berharap, gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Serang tidak lagi terjadi pemungutan suara ulang (PSU).

Nanang mengatakan, PSU yang terjadi sebelumnya pada Pemilu Serentak 2024, harus dijadikan sebagai pembelajaran.

Hal itu ia ungkapkan, saat melakukan koordinasi kunjungan di Kantor KPU Kota Serang, dalam rangka persiapan pelaksanaan Pilkada 2024.

"Kita punya pengalaman kemarin saat Pilpres dan Pileg ada beberapa PSU, mudah-mudahan kita belajar dari pengalaman agar itu tidak terjadi lagi," ujarnya kepada wartawan, Selasa (1/10/2024).

Baca juga: Fajar Umbar Janji Bakal Sejahterakan Buruh Jika Terpilih di Pilkada Cilegon 2024

Nanang menyebut, salah satu pihak yang memegang peran penting dalam mensukseskan Pilkada serentak 2024, yaitu Pemerintah Kota (Pemkot).

Menurutnya, tugas untuk membantu dalam pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada, juga telah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai Pj Wali Kota. 

"Untuk itu kita ingin mengantisipasi dan mengeliminir kemungkinan-kemungkin PSU itu," jelasnya.

Nanang menyoroti, pemahaman petugas di lapangan yaitu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), juga menjadi faktor terjadinya PSU pada Pileg dan Pilpres 2024.

"Tapi sekarang tidak terlalu berat, karena memang hanya ada dua surat suara saja. Yaitu surat suara gubernur-wakil gubernur, dan wali kota - wakil wali kota," ucapnya. 

"Karena itu mudah-mudahan durasinya juga lebih singkat dari Pemilu, artinya tidak sampai malam," sambungnya. 

Menanggapi itu, Ketua KPU Kota Serang, Nanas Nasihudin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan cara agar KPPS lebih memiliki pemahaman mendalam, mengenai tugas-tugasnya di TPS.

"Untuk Pilkada ini kita lakukan bimbingan teknis terhadap KPPS itu, di tiap-tiap kelurahan," ujarnya. 

"Hal ini tentu berbeda dibanding Pemilu kemarin, karena saat itu kita lakukan Bimtek terhadap KPPS itu dijadikan satu, dalam sebuah gedung," sambungnya. 

Nanas juga mengaku, akan memberikan bimbingan teknis tidak hanya pada KPPS saja, namun juga kepada badan Adhoc lain.

Baca juga: Guru Ngaji di Kota Tangsel Siduga Cabuli 5 Muridnya

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved