Kasus Keracunan Marak, Pemkot Serang dan BPOM Perketat Pengawasan Makanan MBG

Kasus keracunan makanan marak di Serang dan Lebak. Pemkot Serang bersama BPOM perketat pengawasan kualitas makanan MBG.

Tayang:
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
Muhamad Rifky Juliana/TribunBanten.com
Potret proses penyajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cigoong 1 Walantaka, Kota Serang, Senin (8/9/2025). 

Sementara itu, Kepala BPOM Serang, Mojaza Sirait, memastikan pihaknya ikut mengawal agar kualitas makanan tetap terjamin.

“Kami memberi masukan untuk penyempurnaan fasilitas dan memastikan relawan memahami cara produksi pangan siap saji yang baik. Artinya, makanan yang diproduksi harus aman dari cemaran fisik, kimia, maupun mikrobiologi,” ucapnya.

Mojaza menilai kondisi fasilitas SPPG di Walantaka cukup baik, meski masih ada beberapa detail yang harus diperbaiki.

“Secara umum sudah oke. Tapi ada hal-hal kecil yang harus diperhatikan, seperti pencucian ompreng dan kebersihan lantai agar tidak ada sisa kotoran. Hal-hal seperti itu bisa menjadi sumber cemaran kalau diabaikan,” ungkap Mojaza.

BPOM juga langsung melakukan evaluasi terkait kasus keracunan makanan di Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak.

“Kami sudah memberi pelatihan mulai dari pengadaan bahan baku, pencucian peralatan, pemorsian, hingga transportasi. Tinggal sekarang bagaimana relawan disiplin menjalankannya. Kami juga melaporkan ke pusat untuk dievaluasi nasional agar ada rekomendasi perbaikan,” jelasnya.

Terkait penyebab pasti kasus keracunan, Mojaza menjelaskan masih menunggu hasil laboratorium.

“Dugaan sementara bisa karena bahan makanan atau cara masaknya. Tetapi yang jelas, alur produksi harus diperketat, terutama kebersihan tempat dan orangnya. Itu yang menjadi perhatian utama kami,” tuturnya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved