Program MBG di Kota Serang Belum Menyasar Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang belum menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang belum menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang, Yudi Suryadi, saat diwawancarai di depan ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).
Yudi mengungkapkan, MBG di Kota Serang saat ini masih menyasar sekolah-sekolah, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP.
Program MBG sebuah program strategis nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto mulai Januari 2025.
Baca juga: API Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Banten, Ini Pasal yang Diadukan
Program ini bertujuan memberikan makanan sehat bergizi kepada anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui untuk menurunkan stunting, meningkatkan kualitas SDM, serta menggerakkan ekonomi lokal.
“Ada beberapa hal yang memang perlu terus kita dorong, khususnya terkait sasaran MBG. Kami ingin sasarannya lebih difokuskan kepada B3, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena berdasarkan data, target tersebut masih belum maksimal,” katanya.
Ia menyampaikan, program MBG yang menyasar sekolah-sekolah di Kota Serang sejauh ini berjalan maksimal.
Pria yang menjabat Asda II Kota Serang itu menegaskan, pada 2026 pihaknya ingin fokus pada B3. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah angka stunting di Kota Serang.
“Kami akan terus mendorong bersama Dinas Kesehatan agar lebih fokus pada sasaran B3,” ujar Yudi.
Untuk menu MBG bagi sasaran B3, Yudi menjelaskan pada prinsipnya sama dengan sasaran lainnya, hanya berbeda pada takaran yang disesuaikan oleh ahli gizi.
“Sebetulnya menunya sama, hanya nanti takarannya yang lebih mengetahui secara pasti adalah ahli gizi. Karena di SPPG itu ada tiga unsur, yakni kepala SPPG, ahli gizi, dan bagian akuntansi,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan Dinas Kesehatan Kota Serang membantu proses perizinan SPPG, seperti SLHS, sertifikasi halal, hingga perizinan lingkungan.
“Perizinan-perizinan itu bukan dilakukan pemerintah daerah, melainkan oleh MBG pusat,” ucap Yudi.
Tercatat, SPPG MBG di Kota Serang saat ini berjumlah 70 unit yang tersebar di enam kecamatan.
“Di Curug ada 5, Taktakan 8, Serang 24, Cipocok 15, Kasemen 9, dan Walantaka 9. Itu yang tercatat,” pungkasnya.
| Ratusan Pegawai Bapenda Banten dari Seluruh UPT Kumpul di Plaza Aspirasi, Ada Apa? |
|
|---|
| Atasi Banjir! Tiga Sungai di Kota Serang Dinormalisasi Mulai Mei 2026, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Revitalisasi Alun-alun Serang Mulai Mei 2026, Sekaligus Perbaikian Jalan Rusak Cegah Double Anggaran |
|
|---|
| Ada Pemeliharaan Listrik di Serang Hari Ini, Jumat 17 April 2026 : Cek Jadwal dan Lokasi Terdampak |
|
|---|
| Kota Serang Bakal Garap Balai Benih Ikan, Siap Tambah PAD dari Sektor Perikanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Asda-II-Kota-Serang-Yudi-Suryadi-fdgd.jpg)