Makan Bergizi Gratis

Terungkap! Tidak Semua Ahli Gizi SPPG Program MBG di Kota Serang Lulusan Gizi

Tenaga ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Serang, Banten, dalam program MBG tidak seluruhnya memiliki latar belakang pendidikan

TribunBanten.com/Muhamad Rifky Juliana
AHLI GIZI SPPG - Asda II Kota Serang, Yudi Suryadi saat diwawancarai di Puspemkot Serang, Senin (9/3/2026). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Tenaga ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Serang, Banten, dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak seluruhnya memiliki latar belakang pendidikan sebagai ahli gizi.

Hal itu terungkap ketika pemerintah Kota (Pemkot) Serang melakukan rapat koordinasi (rakor) laporan kegiatan MBG di Kota Serang, Senin (9/3/2026).

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang, Yudi Suryadi mengatakan pihaknya selalu melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah maupun dapur.

Ia menyampaikan pengawasan dilakukan bersama jajaran pimpinan daerah untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat program.

"Kami sudah melakukan monitoring bersama pimpinan, seperti Pak wali kota, Pak wakil wali kota, dan Pak sekda. Kami keliling untuk mengecek langsung menu makanan yang disajikan, karena inti dari program MBG adalah pada kualitas menu makanan," ucap Yudi.

Baca juga: 2 SPPG MBG di Banten Ditutup BGN Karena Tidak Sesuai Standar, Ini Daftarnya

Yudi menjelaskan dari hasil monitoring yang telah dilakukan sebelumnya, secara umum pelaksanaan program MBG di Kota Serang berjalan baik dan tidak ditemukan kendala yang berarti. 

Namun, menjelang bulan Ramadan sempat ditemukan beberapa persoalan terkait menu makanan yang disajikan.

"Dari hasil pembahasan tadi, memang ada persoalan pada pemahaman tenaga yang bertugas. Tidak semua yang ditempatkan di SPPG benar-benar berlatar belakang ahli gizi," jelasnya.

Dengan begitu, pihaknya akan melakukan pembinaan kembali oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) agar standar gizi makanan yang diberikan kepada sasaran program dapat terpenuhi secara optimal.

"Kemungkinan karena jumlah lulusan ahli gizi memang terbatas. Sehingga ada yang bertugas di SPPG tetapi bukan lulusan ahli gizi secara khusus, meskipun mungkin memiliki pengetahuan terkait gizi," kata Yudi.

Pria yang menjabat Asda II Kota Serang ini mengungkapkan Kota Serang saat ini terdapat 79 dapur SPPG yang mendukung pelaksanaan program MBG

Dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya memiliki tenaga yang berlatar belakang pendidikan ahli gizi secara khusus.

"Ahli gizi ada, tetapi tidak semuanya berlatar belakang pendidikan ahli gizi. Untuk data detailnya saya belum melakukan pengecekan langsung," ujarnya.

"Informasi ini baru kami dapatkan dari Dinas Kesehatan, karena mereka yang melakukan pembinaan sebelum SPPG beroperasi," pungkas Yudi.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved