Langkah Dindikbud Kota Serang Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mengintensifkan langkah strategis untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
Penulis: Muhamad Rifky Juliana | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mengintensifkan langkah strategis untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
Berdasarkan data pada dashboard Dindikbud Kota Serang, jumlah ATS saat ini tercatat sekitar 8.000 anak dalam rentang usia sekolah 7 hingga 18 tahun.
Dari jumlah tersebut, sekitar 4.200 anak telah berhasil diverifikasi.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri menegaskan penanganan ATS menjadi prioritas melalui pendekatan langsung ke masyarakat.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah metode door to door dengan melibatkan aparatur wilayah seperti kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW.
"Verifikasi pun ini kerja sama dengan mereka-mereka untuk memastikan angka putus sekolah ini berapa, dan akhirnya ketemu itu semua," kata Nuri, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: DPRD Soroti Angka Anak Tidak Sekolah di Kota Serang, Faktor Nikah Dini Mendominasi
Nuri menjelaskan berbagai faktor menjadi penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan, mulai dari persoalan ekonomi, menikah sini hingga bekerja.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dindikbud menyiapkan sejumlah solusi. Bagi anak dari keluarga kurang mampu, pemerintah telah menggulirkan program sekolah gratis.
"Kalau di pondok pesantren contohnya itu kita sedang ajarkan jejaknya untuk seperti PKBM. Kita coba menggunakan relawan-relawan untuk mengajak kepada mereka dengan menggunakan ajakan-ajakan persuasif untuk kembali ke sekolah," ucap Nuri.
Dari sisi pilihan pendidikan, Dindikbud menawarkan jalur formal maupun non-formal. Namun, sebagian besar anak cenderung memilih jalur non-formal melalui PKBM.
Saat ini, terdapat 39 PKBM di Kota Serang yang siap menampung anak-anak ATS.
"Dan kita sudah siap yang aktif ada 39 PKBM yang aktif dan siap menampung. Tinggal kita terus-menerus mengajak mereka agar penurunan ATS itu progresif," pungkasnya.
Anak Tidak Sekolah di Kota Serang Disorot DPRD
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang menyoroti tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) dan anak rentan putus sekolah di Kota Serang.
Berdasarkan data pada dashboard Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, jumlah ATS saat ini tercatat sekitar 8.000 anak dalam rentang usia sekolah 7 hingga 18 tahun.
| Dari Kebaya ke Meracik Parfum: Cara Unik Perempuan Serang Rayakan Semangat Kartini 2026 |
|
|---|
| 100 Pekerja di Kota Serang Terkena PHK Sejak 2025, Sektor Finance Paling Terdampak |
|
|---|
| 45 Perlintasan Kereta Api di Banten Tanpa Penjaga dan Palang, Terbanyak di Kota Serang |
|
|---|
| Floating Loss, Pemkot Serang Kaji Ulang Tarik Saham Rp10 Miliar di Bank BJB |
|
|---|
| Sampah Styrofoam Menumpuk di Irigasi Tirtayasa, Warga Serang Keluhkan Bau Menyengat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ahmad-nuri-dindikc.jpg)