Kepsek di Lebak Aniaya Siswa
BREAKING NEWS: Orang Tua Siswa dan Kepsek SMAN 1 Cimarga Resmi Berdamai
Kasus dugaan kekerasan fisik terhadap siswa oleh oknum Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak kini sudah berdamai.
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Haris
Kronologi Kasus
Diberitakan TribunBanten.com sebelumnya, Kepala SMAN 1 Cimarga diduga telah menganiaya siswa kelas XII berinisial ILP (17).
Menurut pengakuan korban, kejadian bermula saat dirinya merokok di belakang warung yang berada di sekitar sekolah.
Namun, ia bertemu dengan kepsek yang langsung menegurnya.
"Saya kaget waktu ketemu kepsek. Rokok langsung saya buang, tapi disuruh nyari lagi sama kepala sekolah," jelasnya melalui sambungan telepon, Sabtu (11/10/2025).
"Enggak ketemu-ketemu, lalu kepsek bilang saya bohong."
"Terus beliau marah, nendang saya di bagian punggung, terus nampol saya di pipi kanan," sambungnya.
Ia mengaku tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga mendapat makian dengan kata-kata kasar saat peristiwa itu terjadi.
"Kepsek bilang goblok, anjing, terus nyuruh saya nyari rokok lagi, padahal udah enggak ada," ujarnya.
Setelah itu, ILP kemudian dibawa ke ruang sekolah dan kembali dimarahi di hadapan beberapa guru.
"Beliau masih marah-marah, bilang kami enggak menghargai, dan katanya baru pertama kali marah sampai seperti itu," katanya.
Sementara itu, Dini Fitria buka suara terkait dugaan kekerasan yang menyeret namanya.
Dini menjelaskan, peristiwa terjadi pada hari Jumat bertepatan dengan pelaksana program Jumat bersih.
Namun, pada saat dirinya berkeliling melihat seorang siswa tengah merokok di dekat warung kecil yang berada di luar pagar sekolah.
"Jumat Bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa. Saya lihat dari jarak sekitar 20-30 meter, ada asap rokok di tangan anak itu," kelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Orang-tua-siswa-SMAN-1-Cimarga-kepsek.jpg)